IAIN Kendari

Mahasiswa KKN IAIN Kendari Sulawesi Tenggara di Konawe Kepulauan Olah Ikan Tongkol Jadi Abon Kemasan

Mahasiswa KKN IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) di Konawe Kepulauan (Konkep) mengolah ikan tongkol menjadi abon kemasan.

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Sitti Nurmalasari
IAIN Kendari
Mahasiswa KKN IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) di Konawe Kepulauan (Konkep) mengolah ikan tongkol menjadi abon kemasan. Lokasi pengabdian mahasiswa KKN IAIN Kendari berada Desa Roko-roko Wawoni Tenggara, Kabupaten Konkep, Sultra. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mahasiswa KKN IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) di Konawe Kepulauan (Konkep) mengolah ikan tongkol menjadi abon kemasan.

Lokasi pengabdian mahasiswa KKN IAIN Kendari berada Desa Roko-roko Wawoni Tenggara, Kabupaten Konkep, Sultra.

Mahasiswa ini menjalankan program Peluang Usaha Masyarakat Pesisir atau (PUMP) dengan mengolah bahan baku ikan siba atau ikan tongkol menjadi makanan abon kemasan.

Dosen Pembimbing Mahasiswa, Zul Arham mengatakan potensi ikan siba di Kabupaten Konawe Kepulauan Sultra sangat melimpah.

Namun, sambungnya, ikan-ikan tersebut masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga harganya relatif murah.

Baca juga: Mahasiswa IAIN Kendari Sultra KKN di Menui Kepulauan Sulteng, Dorong Pemerataan Kapasitas Masyarakat

Kata dia, hal ini menjadikan nilai ekonomi ikan siba di Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara masih terbilang rendah.

“Mereka melihat potensi ikan siba sebagai peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan bahan mentah menjadi abon yang bernilai ekonomi tinggi," katanya pada Selasa (26/7/2022).

"Abon ini diolah secara higienis dengan bahan-bahan alami yang dijamin kehalalannya sehingga dapat dipasarkan kepada masyarakat secara luas," paparnya.

Berdasarkan jumlah bahan baku yang tersedia, produksi abon di Desa Roko-roko dapat mencapai 50 pax per hari dengan masa kedaluwarsa selama satu bulan.

Untuk mendistribusikan abon tersebut mahasiswa mendesain pemasaran produk melalui media sosial maupun dipasarkan secara langsung kepada masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa KKN UHO Bareng KPU dan Bawaslu Bombana Dialog Bahas Pilkada 2024 di Kasabolo Poleang

Menurutnya, program inovatif pengolahan ikan siba menjadi abon mendapat respons dari pemerintah setempat.

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat Wawonii Tenggara secara umum, tidak hanya terbatas pada Desa Roko-roko.

Hal ini dilakukan agar inovasi dan kreativitas mahasiswa bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut memiliki dampak yang lebih besar.

Kepala Desa Roko-roko, Lasuli memberikan respons positif terhadap inovasi yang dikembangkan peserta KKN.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved