Berita Kendari

Tingkatkan Digitalisasi Pembayaran, Pemkot Kendari Sasar Sekolah, Rumah Ibadah dan Pelaku Usaha

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bakal sasar tiga sektor ini guna mengoptimalkan digitalisasi pembayaran nontunai.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Media Center Rumah Jabatan Wali Kota Kendari, Senin (25/7/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bakal sasar tiga sektor ini guna mengoptimalkan digitalisasi pembayaran nontunai.

Ketiga sektor itu di antaranya sektor pendidikan melalui sekolah-sekolah, kemudian rumah ibadah, hingga para pelaku usaha.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan realisasi pengoptimalan tersebut akan dimulai pekan ini melalui surat edaran.

Kata dia, pengoptimalan ini sebagai tindak lanjut dari kesiapan pihaknya melakukan digitalisasi pembayaran.

"Kita merasakan betul beberapa tahun terakhir salah satu dampak dari Covid-19 ini akhirnya kita sangat terbantu dengan kesiapan untuk mengoptimalkan digitalisasi," jelasnya dalam Rapat Koordinasi dengan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra) di Media Center Rujab Wali Kota Kendari, Senin (25/7/2022).

Baca juga: Aplikasi Digital Layanan Pernikahan hingga Haji Bakal Dirilis Kemenag Bekerjasama Pemda di Sultra

Kata dia, sebagai langkah awal pihaknya menyasar ke sektor pendidikan dengan mendorong semua sekolah di Kendari untuk mulai menggunakan pembayaran nontunai.

Lantaran, pembayaran cash seringkali menjadi rawan terjadi kejahatan apabila dibawa atau digunakan untuk transaksi jika memiliki nominal tinggi.

Selain itu, akuntabilitas atau pertanggungjawabannya kurang bisa dioptimalkan, sedangkan jika dilakukan secara nontunai ini akan lebih aman dan tercatat semua secara digital.

"Nanti anak-anak kita, orangtua tidak perlu lagi membayar cash tapi sesuai dengan transaksi nontunai," kata Sulkarnain Kadir.

"Secepatnya, jadi dalam satu minggu ini hari Jumat kita berencana untuk membuat surat imbauan kepada seluruh sekolah," imbuhnya.

Baca juga: Transaksi Digital di Sulawesi Tenggara Masih Minim, Masyarakat Didorong Pakai Pembayaran Nontunai

Kemudian pekan berikutnya, pihaknya mendorong melalui rumah-rumah ibadah khususnya seluruh masjid untuk melakukan transaksi nontunai.

"Tanggal 4 Agustus nanti akan MoU lagi dengan Dewan Masjid Indonesia. Kita berharap kalau mau menyumbang atau bersedekah ke masjid tidak lagi pakai celengan sisa tap saja," ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya akan menyasar dunia usaha, di mana akan dimulai dengan melakukan Training of Trainers (ToT) untuk para pelaku usaha agar kemudian mau mengedukasi para customernya.

Sebab menurutnya, pelaku usaha saat ini yang kebanyakan anak muda sangat cocok untuk mengembangkan potensi digitalisasi.

"Yang lagi maraknya sekarang anak-anak memulai usaha cafe-cafe, ditambah mereka sudah mengerti digital, nah ini kita harap mereka ikut dalam gelombang untuk mempercepat digitalisasi," ujarnya.

Baca juga: Infrastruktur dan Literasi Digital UMKM Dinilai Jadi Tantangan Go Pembayaran Digital di Sultra

Selain itu, menurutnya karena digitalisasi pembayaran ini memang tradisi baru dan merupakan budaya yang belum terbiasa dilakukan, maka perlu pembiasaan.

Deputi Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Aryo Wibowo mengatakan pembangunan digitalisasi pembayaran harus dilakukan bersama.

"Kesepakatannya sudah clear contohnya nanti ASN akan dimigrasikan ke mobile banking atau QRIS dan pelaku usaha didorong mendukung kegiatan nontunai," ucapnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved