Berita Sulawesi Tenggara

Kinerja APBN 2022 di Sulawesi Tenggara Terus Didorong, Guna Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan kinerja baik hingga Juni 2022.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kantor Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) 

TRIBUNNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan kinerja baik hingga Juni 2022.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sulawesi Tenggara (Sultra), Syaiful.

APBN bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, juga terus diakselerasi memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Dari sisi Belanja Negara, pagu sebesar Rp22 triliun, yang terealisasi sampai Juni 2022 yakni sebesar Rp10 triliun atau 46,79 persen.

Selain itu, dari sisi Belanja Pemerintah Pusat, pagu sebesar Rp6,7 triliun dengan realisasi sebesar Rp2,8 triliun atau 41,86 persen.

Baca juga: UMKM Sultra Expo 2022 Resmi Dibuka Gubernur Ali Mazi, Jadi Penopang Ekonomi di Sulawesi Tenggara

"Hanya komponen Belanja Bantuan Sosial yang mengalami pertumbuhan dan tidak sebanding dengan kontraksinya Belanja Pegawai, Barang serta Modal," ungkapnya, Kamis (21/7/2022).

Lanjutnya, dari sisi Transfer ke Daerah dan Dana Desa dengan pagu sebesar Rp15 triliun realisasinya sebesar Rp7,7 triliun atau 48,89 persen.

Kata dia, peningkatan realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Desa mendorong peningkatan realisasi TKDD pada periode ini.

Kinerja APBN bulan Juli akan terus didorong, khususnya akselerasi Belanja Barang dan Belanja Modal, serta akselerasi Belanja DBH dan DAK.

"Sehingga diharapkan akan terus membaik guna mendukung pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.

Baca juga: 7 Gubernur, 2 Menteri dan Anggota DPR RI Bakal Datang di Kendari Sultra, Hadiri Seminar APPSI

Syaiful menuturkan dari sisi realisasi Belanja Pegawai mencapai Rp1,1 triliun atau 46,0 persen dari pagu APBN, turun sebesar Rp66 miliar (5,46 persen) dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Dari sisi realisasi Belanja Barang mencapai Rp1 triliun (38,62 persen dari pagu APBN), turun sebesar Rp54 miliar (-5,01 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Untuk Belanja Modal mencapai Rp647 miliar (35,28 persen dari pagu APBN), turun sebesar Rp514 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ungkapnya.

Syaiful mengatakan yang terakhir yakni dari sisi realisasi Belanja Bantuan Sosial mencapai Rp3,5 miliar (46,27 persen dari pagu APBN), naik sebesar Rp260 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved