Berita Kendari

Wakil Rektor II UHO Kendari Sebut Perspektif Arkeologi dan Sejarah Penting dalam Karakter Bangsa

Seminar Nasional FIB UHO Kendari. Prof Dr Ir Weka Widayati menyebut perspektif arkeologi dan sejarah sangat penting dalam mengenal karakter bangsa.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Seminar berlangsung di Same Hotel Kendari berlokasi di Jl Edi Sabara No 55, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (20/7/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Wakil Rektor II Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Prof Dr Ir Weka Widayati menyebut perspektif arkeologi dan sejarah sangat penting dalam mengenal karakter bangsa.

"Penting melihat berbagai aspek persepektif arkeologi dan sejarah yang mempunyai peran penting terkait karakter bangsa saat bermasyarakat," katanya.

Hal ini dikatakan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UHO ini saat ditemui usai menghadiri Seminar Nasional Fakuktas Ilmu Budaya ( FIB UHO Kendari ).

Baca juga: Rektor Universitas Halu Oleo Lantik Pejabat Baru, Inilah 42 Nama Dekan & Ketua Jurusan UHO Kendari

Seminar ini berlangsung di Same Hotel Kendari berlokasi di Jl Edi Sabara No 55, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (20/7/2022).

Kata Prof Dr Ir Weka Widayati, sejarah dan arkeologi dapat dijadikan nilai-nilai terhadap permasalahan lingkungan dan bermasyarakat.

"Mengandung nilai-nilai kearifan lokal diimplementasikan dengan permasalah lingkungan dan permasalahan masyarakat di sekitar," ucapnya. 

"Bagaimana sebetulnya karakter awal masyarakat itu. Nilai-nilai inilah yang perlu kita jadikan pedoman untuk dikembangkan," tambahnya. 

Untuk itu, Prof Dr Ir Weka Widayati menerangkan bakal memfasilitasi mahasiswa yang akan melakukan penelitian dalam bidang tersebut.

Baca juga: Mahasiswi Dilecehkan Oknum Dosen, Dekan FPIK UHO Kendari Bakal Berikan Perlindungan

"Sebagai sisi pemangku kebijakan selalu memberikan fasilitasi misalnya peserta akan melakukan penelitian, dilanjutkan dengan action di lapangan," tuturnya.

"Kita mensosialisasikan itu inter dan antar generasi dengan betul-betul hingga mendalam," sambungnya.

Senada, Dekan FIB UHO, Dr Akhmad Marhadi mengungkapkan sejarah dan arkeologi sangat penting dalam memberikan ilmu kepada masyarakat.

"Sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat Sulawesi Tenggara bagaimana melihat sejarah dan peninggalan arkeologi yang kita harus rawat dan lestarikan," katanya.

Kata dia, terlebih, kini Sulawesi Tenggara dilirik pasang mata nasional karena potensi tambang yang ada di pelosok desa.

Ia mengungkapkan, hal ini perlunya dibarengi dengan peninggalan arkeologi dan sejarah yang harus dijaga.

"Untuk itu melalui seminar ini dapat memberikan kontribusi jika sejarah dan peninggalan arkeologi harus ada diselamatkan," tandasnya.

Seminar ini bertajuk desa dalam perspektif sejarah dan arkeologi guna mendukung program merdeka belajar kampus merdeka. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved