Inilah Daftar Anggota DPR Partai Demokrat, Termasuk Inisial DK yang Dipolisikan Dugaan Pencabulan

Seorang dengan inisial Dk yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrat dipolisikan karena dugaan pencabulan.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
BENDERA Partai Demokrat - Seorang dengan inisial Dk yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrat dipolisikan karena dugaan pencabulan. 

TRIBUNNEWSSULRRA.COM - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR) dari Fraksi Partai Demokrat dipolisikan karena dugaan pencabulan.

Anggota DPR tersebut adalah seseorang dengan inisial DK, sebagaimana tercatat dalam loporan polisi di Bareskrim Polri yang bernomor LI/35/VI/2022/Subdit V tetanggal 15 Juni 2022.

Kasus yang menyeret DK juga telah dikonfirmasi oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah.

Baca juga: TERUNGKAP Inisial DK, Sosok Anggota DPR Partai Demokrat yang Dipolisikan Kasus Dugaan Pencabulan

Ia mengatakan bahwa DK telah dipanggil Bareskrim Polri untuk melakukan klarifikasi pada Kamis Kamis (14/7/2022).

Kini, penyidik sedang melakukan pendalaman setelah menerima laporan.

"Iya benar, laporannya masih dalam penyelidikan," kata Kombes Nurul Azizah saat dikonfirmasi, Kamis (14/7/2022), dilansir dari Tribunnews.com.

Pencabulan di Tiga Tempat Berbeda

Cukup mudah untuk menemukan siapa menemukan sosok DK.

Hal itu dapat dilihat dalam daftar anggota anggota DPR RI periode 2019 hingga 2024 dari Partai Demokrat.

Meskipun demikian, sosok DK yang dipolisikan belum tentu melakukan tindak pidana pencabulan.

Baca juga: PROFIL Debby Kurniawan, Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat yang Saat Ini Duduk di Komisi X

Saat ini, Barsekrim Polri masih menyelidiki kasus ini, sebagaimana tertuang dalam surat perintah penyelidikan bernomor Sp.Lidik/793/VI/2022/Ditpidum tertanggal 24 Juni 2022.

Dalam surat perintah penyelidikan tersebut, DK disangkakan melakukan perbuatan cabul sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP.

DK diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan di tiga tempat berbeda.

Ketiga tempat itu adalah Jakarta, Semarang, dan Lamongan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved