Mengapa Brigadir J Bisa Masuk Kamar Pribadi Untuk Lecehkan Istri Irjen Ferdy Sambo yang Tertidur?

Brigadir J tewas baku tembak usai diduga memasuki kamar pribadi untuk melecehkan istri Irjen Ferdy Sambo yang tertidur.

Editor: Risno Mawandili
Istimewa
KOLASE FOTO - Brigadir J dan Putri Ferdy Sambo - Mengapa Brigadir J bisa memasuki kamar pribadi untuk melecehkan istri Irjen Ferdy Sambo yang tertidur? 

Sementara rumah asli Irjen Ferdy Sambo berjarak sekitar satu kilometer dari rumah tersebut.

"Perlu rekan-rekan ketahui, rumah tersebut adalah rumah singgah, jadi selama pandemi rumah tersebut dipakai oleh keluarga tersebut untuk isolasi mandiri apabila ada anggota keluarganya yang baru saja keluar atau pulang dari luar kota, dan melakukan tes PCR."

"Sambil menunggu hasil PCR keluar, maka akan melakukan isolasi di rumah tersebut. Sehingga rumah tersebut adalah rumah persinggahan. Rumah aslinya sendiri kurang lebih 1 km dari rumah tersebut," terang Budhi.

Sosok istri Ferdy Sambo sebenarnya, nama lengkap, gelar pendidikan, perilakunya yang baik dan rendah hati terungkap. Istri dari Irjen Pol Ferdy Sambo yang merupakan Kadiv Propam Polri tersebut adalah Putri Ferdy Sambo.
Sosok istri Ferdy Sambo sebenarnya, nama lengkap, gelar pendidikan, perilakunya yang baik dan rendah hati terungkap. Istri dari Irjen Pol Ferdy Sambo yang merupakan Kadiv Propam Polri tersebut adalah Putri Ferdy Sambo. (Instagram @divpropampolri)

Dugaan Pelecehan

Budhi menjelaskan, Istri Irjen Ferdy Sambo saat itu tengah beristirahat setelah pulang dari luar kota.

Tanpa diketahui orang lain, tiba-tiba Brigadir Yosua masuk ke kamar dan melakukan pelecehan pada Istri Irjen Ferdy Sambo.

Istri Irjen Ferdy Sambo pun berteriak dan meminta tolong kepada personil polisi yang memang tengah berada di rumah tersebut.

"Setelah berada di kamar, sambil menunggu mungkin lelah karena pulang dari luar kota. Ibu sempat tertidur, saat itu tidak diketahui oleh orang lain tiba-tiba Brigadir J masuk dan kemudian pelecehan terhadap ibu, ibu sempat teriak dan sempat minta tolong kepada personil lain yang memang berada di rumah tersebut," jelas Budhi.

Teriakan minta tolong itu pun didengar oleh Bharada E, serta saksi R dan membuat mereka yang berada di lantai atas rumah bergegas turun melewati tangga.

Langkah dari Bharada E dan saksi R tersebut ternyata membuat panik Brigadir Yosua.

Baru menuruni setengah tangga, Bharada E sempat menanyakan kepada Brigadir Yosua tentang apa yang sedang terjadi.

Baku Tembak dengan Bharada E

Namun bukannya dijawab, Bharada E justru mendapat tembakan oleh Brigadir Yosua.

"Jadi ibu teriak minta tolong kepada saudara E dan saudara R, beberapa kali minta tolong dan teriakan ini rupanya membuat saudara J ini panik. Sehingga saat itu juga mendengar ada suara langkah yang turun dari tangga, kebetulan saudara RE berada di lantai dua rumah tersebut bersama dengan saksi K."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved