Berita Kendari

Penjual Kambing di Kendari Sebut Faktor Cuaca Jadi Sebab Ternak Terkena Penyakit hingga Omzet Turun

Musim hujan menjadi kendala para peternak termasuk penjual kambing di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
Amelda Devi/TribunnewsSultra.com
Ardi, penjual Kambing di Jalan Bunggasi, Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang menyebut faktor cuaca jadi penyebab hewan ternak mereka rawan terkena penyakit, apalagi jelang hari raya kurban Idul Adha 2022. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Musim hujan menjadi kendala para peternak termasuk penjual kambing di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Apalagi dengan kendala cuaca ini seringkali jadi penyebab ternak mereka yang dipersiapkan jelang hari raya kurban Idul Adha mudah terserang penyakit.

Pemilik kandang penjual kambing, Ardi mengaku selama musim penghujan, kambingnya sempat mengalami peradangan akibat makanan yang lembab selama hujan. 

Namun peradangan itu bisa segera ia atasi dengan perawatan yang maksimal tentunya. 

"Bibirnya luka karena pengaruh lembab, bukan karena penyakit tapi faktor dari makanan," kata Ardi, Minggu (3/7/2022). 

Untuk mengantisipasi agar tidak semua kambing miliknya terluka, maka ia rutin melakukan  pembersihan terutama dari kandangnya, dua kali sehari dibersihkan.

Bahkan setiap ada kambing punya gejala sakit mata, segera diobati sehingga tidak sampai sakit mata. 

Baca juga: Jelang Idul Adha 2022, Berikut Harga Kambing Kurban di Kendari, Jasa Pemotongan Hingga Pengantaran 

Ia juga menyampaikan selama musim hujan, faktor makanan tidak terlalu berubah, melainkan faktor minum yang berubah, itu terkadang membuat kambing turun berat badannya karena tidak minum.

Namun ia memastikan kondisi kambing miliknya hingga sekarang masih sehat semua tidak ada yang sampai sakit parah atau mati. 

Sejak 2013 berusaha, ia mengaku penjualan kambingnya justru meningkat setiap tahunnya. 

Begitupun dengan omset yang didapatinya. Penjualan di tahun-tahun pertama berkisar di Rp70 juta hingga Rp8) Juta per tahunnya khusus penjualan kambing untuk kurban. 

Kemudian meningkat hingga Rp100 juta per periode kurban. Selanjutnya omset yang ia peroleh selama beberapa tahun terakhir ini lebih meningkat lagi hingga Rp380 juta. 

"Harapan saya mudah-mudahan lebih banyak lagi orang yang berkurban, seperti tiap tahunnya, dari awal saya menjual di 2013 tiap tahunnya Alhamdulillah meningkat," 

"Ini musim hujan sudah 3 tahun berturut-turut tapi Alhamdulillah tetap meningkat, kemarin juga pada saat pandemi Covid-19 Alhamdulillah ada terus," imbuhnya. (*) 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved