Dosen UM Kendari dan UHO Latih Nelayan Lasolo Pakai Teknologi Lampu Bawah Air UFL+ di Konawe Utara

Dosen Universitas Muhammadiyah atau UM Kendari dan Universitas Halu Oleo (UHO) latih nelayan Lasolo pakai teknologi lampu bawah air buat menarik ikan.

Penulis: Husni Husein | Editor: Aqsa
handover
Dosen Universitas Muhammadiyah atau UM Kendari dan Universitas Halu Oleo (UHO) latih nelayan Lasolo pakai teknologi lampu bawah air buat menarik ikan. pelatihan nelayan bagan itu berlangsung di Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu-Minggu (2-3/07/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dosen Universitas Muhammadiyah atau UM Kendari dan Universitas Halu Oleo (UHO) latih nelayan Lasolo pakai teknologi lampu bawah air buat menarik ikan.

Kegiatan pelatihan nelayan bagan itu berlangsung di Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu-Minggu (2-3/07/2022).

Program pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) itu kembali dilaksanakan tim PKM UM Kendari dan UHO Kendari.

Pelaksanaan tahun 2022 ini mengangkat topik Penerapan Digitalisasi Paten Underwater Fish Lamp Plus (UFL+) Terintegrasi bagi nelayan bagan Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konut.

Baca juga: Mahasiswa UM Kendari Dilatih Pengambilan Data Gunakan Aplikasi KoboCollect, Kerja Sama Rare

UFL+ merupakan teknologi hasil desiminasi penelitian terapan unggulan memanfaatkan lampu bawah air yang bisa memikat ikan.

Tim PKM program ini dipimpin ketua Dr Fajriah SPi MSi yang sekaligus Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan atau FPIK UM Kendari.

Dengan anggota Kobajashi Togo Isamu SPi MP dan Ahmad Mustafa SPi MP yang merupakan dosen FPIK UHO Kendari.

Fajriah menjelaskan kegiatan tersebut terdiri dari pelatihan perakitan dan penggunaan UFL+.

Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Dr Fajriah SPi MSi memberi penjelasan pada pelatihan nelayan bagan di Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (02/07/2022). Pelatihan tersebut dilakukan dosen Universitas Muhammadiyah atau UM Kendari serta dosen Universitas Haluoleo atau UHO.
Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Dr Fajriah SPi MSi memberi penjelasan pada pelatihan nelayan bagan di Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (02/07/2022). Pelatihan tersebut dilakukan dosen Universitas Muhammadiyah atau UM Kendari serta dosen Universitas Haluoleo atau UHO. (handover)

Pelatihan pengolahan sambal teri dan cumi untuk tujuan usaha.

Selain itu, sosialisasi dan penerapan penggunaan aplikasi Sistem Digital Agribisnis (Sidia) bagi pelaku usaha bagan.

“Data hasil tangkapan dari UFL+ dapat digunakan untuk diintegrasikan pada aplikasi Sidia secara digital untuk mengetahui keuntungan dan kelayakan usaha,” kata Fajriah dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (3/07/2022).

Kobajashi menambahkan kegiatan ini diikuti para nelayan pemilik bagan perahu di Kecamatan Lasolo.

Baca juga: SIMAK! Jadwal Pendaftaran Jalur Mandiri UHO Kendari Diperpanjang hingga 4 Juli 2022

Selain itu, anak buah kapal (ABK), ibu rumah tangga, serta remaja di desa tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut ikut didukung Kepala Desa Muara Tinobu Mulya Saputra dan Sekdes Abd Rahman.(*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husain)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved