Berita Kendari

OJK Sultra Ingatkan Mahasiswa UHO Kendari Soal Investasi Bodong, Kenali Ciri-cirinya

BEM FH UHO Kendari gandeng Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Sulawesi Tenggara (Sultra) sosialisasi pentingnya investasi legal.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Dilan Class Goes To Campus, OJK Sultra memberi pemahaman terhadap mahasiswa UHO terselenggara di Aula Fakultas Hukum UHO Kendari pada Kamis (30/6/2022) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo atau BEM FH UHO Kendari gandeng Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Sulawesi Tenggara (Sultra) sosialisasi pentingnya investasi legal.

Melalui Dilan Class Goes To Campus, OJK Sultra memberi pemahaman terhadap mahasiswa UHO Kendari peran OJK sebagai pengawas investasi dan pinjaman online atau pinjol ilegal.

Hal ini guna mewujudkan generasi cerdas finansial yang terselenggara secara offline di Aula Fakultas Hukum UHO pada Kamis (30/6/2022).

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan Terus Dorong Perlindungan Konsumen dengan Menerbitkan POJK Baru 2022

Sebagai pembicara, Staf Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Imam Adicipta Nursantoso serta Akademisi FH UHO, Ian Parma Saputra.

Staf Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Imam Adicipta Nursantoso mengatakan kemudahan teknologi yang semakin canggih di era saat ini menjadi penyumbang maraknya investasi ilegal.

Untuk itu, kata dia, walau OJK dan Kominfo telah memblokir situs investasi atau pinjol ilegal, namun serupa akan tetap bermunculan.

Meski demikian, sebagai generasi yang cerdas, Ia menerangkan penipuan terhadap investasi bodong tersebut dapat diminimalisir dengan mengetahui cirinya.

"Misalnya, menjanjikan keuntungan yang pasti dan tinggi. Karena investasi itu bisa untung cepat dan bisa rugi cepat," katanya.

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan Terbitkan 2 POJK Perbankan, Dorong Penguatan Perkreditan dan Cegah Fraud

Ia menambahkan, menjanjikan keuntungan yang tidak wajar dalam waktu cepat, serta persyaratan harus menggandeng member baru merupakan ciri lain dari investasi bodong.

"Ada juga memanfaatkan tokoh masyarakat. Misalnya tokoh agama atau publik figur untuk menarik berinvestasi," imbuhnya.

Apalagi, ia mengungkapkan pandemi Covid -19 sangat berdampak pada keuangan masyarakat.

Sehingga penawaran dalam keuntungan besar pun bermunculan terhadap masyarakat agar mendapatkan kemudahan.

"Al hasil masyarakat tergiur tanpa mengecek legalitas dari perusahaan tersebut legal dan logisnya," tandasnya.

Sementara itu, Akademisi FH UHO Kendari, Ian Parma Saputra menilai literasi masyarakat yang minim saat ini menjadi tantangan hukum pinjam meminjam online ilegal.

"Banyak kasus yang saya tangani seperti itu. Maka pentingnya edukasi pinjam meminjam pinjol ini lah dibutuhkan masyarakat," terangnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved