Berita Sulawesi Tenggara

Adik Bupati Muna Penuhi Panggilan KPK Usai Jadi Tersangka Korupsi Dana PEN Kolaka Timur

Rusdianto Emba memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. ditetapkan sebagai tersangka korupsi PEN Daerah Kolaka Timur

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Tangkapan layar YouTube KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK tahan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Muna, Sukarman Loke (SL). Penahanan menyusul penetapan tersangka KPK dalam dugaan kasus korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN Daerah 2021 untuk Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam kasus tersebut, KPK juga mengumumkan penetapan tersangka terhadap La Ode Muhammad Rusdianto Emba (LMRE). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Adik Bupati Muna, Rusman Emba, Rusdianto Emba memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi atau (KPK).

Rusdianto Emba menghadiri panggilan KPK usia ditetapkan sebagai tersangka korupsi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN Daerah Kolaka Timur (Koltim) 2021.

KPK menetapkan adik Bupati Muna tersebut sebagai tersangka karena diduga membantu memfasilitasi pertemuan antara Bupati Koltim, Andi Merya Nur dengan pejabat Kemendagri.

Baca juga: KPK Tahan Kepala BKPSDM Muna, Ultimatum Rusdianto Emba Tersangka Kasus PEN Koltim Hadiri Panggilan

Pejabat Kemendagri yaitu Direktur Jenderal Bisa Keuangan Daerah, Mochamad Ardian Noervianto.

Mochamad Ardian Noervianto diduga menerima suap Rp2 miliar dari Andi Merya Nur sebagai imbalan karena membantu menyetujui pinjaman Dana PEN Kolaka Timur senilai Rp350 miliar.

Selain itu, Rusdianto Emba juga diduga memberikan uang senilai Rp750 juta kepada Kepala BKPSDM Kabupaten Muna Sukarman Loke, dan Kadis Lingkungan Hidup Muna, LM Syukur Akbar.

Sukarman Loke, dan LM Syukur Akbar diduga aktif membantu pertemuan Andi Merya Nur dan Mochamad Ardian Noervianto sehingga mendapatkan uang Rp750 juta.

KPK akhirnya menetapkan keempat pejabat tersebut sebagai tersangka suap Dana PEN Koltim 2021.

Baca juga: Bupati Muna Rusman Emba Dicecar 20 Pertanyaan, Benarkan Adiknya Tersangka Usai Diperiksa KPK

Tak terkecuali dengan adik Bupati Muna, Rusdianto Emba, namun ia belum ditahan KPK, sebab mangkir dari panggilan penyidik.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya kembali memanggil tersangka LM Rusdianto Emba, pada Senin (27/6/2022).

"Saat ini yang bersangkutan (Rusdianto Emba) telah hadir di gedung merah putih KPK dan masih dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik KPK," kata Ali Fikri kepada TribunnewsSultra, pada Senin (27/6/2022).

Diperiksa KPK

Bupati Muna La Ode Muhammad Rusman Emba meminta penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan KPK. Rusman seharusnya diperiksa KPK di Gedung Merah Putih sebagai saksi dalam pengembangan dugaan kasus suap dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN 2021 pada Rabu (15/6/2022), namun tak hadir. (ilustrasi kolase foto Rusman Emba dan gedung KPK).
Bupati Muna La Ode Muhammad Rusman Emba meminta penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan KPK. Rusman seharusnya diperiksa KPK di Gedung Merah Putih sebagai saksi dalam pengembangan dugaan kasus suap dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN 2021 pada Rabu (15/6/2022), namun tak hadir. (ilustrasi kolase foto Rusman Emba dan gedung KPK). (kolase foto (handover))


Rusman Emba sempat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi atauKPK.

Dia diperiksa penyidik KPK sebagai saksi perkara dugaan korupsi pinjaman PEN Daerah Koltim Tahun 2021.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved