Berita Kendari

Cara KPU Kota Kendari Sulawesi Tenggara Tingkatkan Keikutsertaan Perempuan pada Pemilu 2024

Inilah cara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara meningkatkan keikutsertaan perempuan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Kendari, Sri Marliah Putri Taridala 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah cara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) meningkatkan keikutsertaan perempuan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Kendari, Sri Marliah Putri Taridala, mengatakan tingkat partisipasi perempuan baik sebagai peserta maupun pemilih masih relatif rendah.

Kata dia, pihaknya terus mendorong keikutsertaan perempuan di Kota Kendari, Provinsi Sultra dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Karena keikutsertaan atau partisipasi perempuan dalam Pemilu sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

"Pasal 173 (e) menyebut kepengurusan partai politik pusat harus ada keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen. Pasal 246 menjelaskan dalam setiap tiga bakal calon legislatif minimal ada satu keterwakilan perempuan," ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Data Sementara KPU, Daftar Pemilih Tetap di Kota Baubau Sultra Mencapai 108.685 Jiwa

Sri Marliah Putri Taridala menilai khusus Kota Kendari, tingkat keterwakilan perempuan dalam Pemilu di dua edisi terakhir Pemilu 2014 dan 2019 masih tinggi.

Kata dia, dari 35 kursi legislatif di DPRD Kota Kendari, 13 di antaranya diisi politisi perempuan dengan persentase 37,14 persen.

Namun, jumlah tersebut menurun pada tahun 2019 apalagi jelang Pemilu 2024 mendatang.

"Hasil Pemilu 2019, kaum perempuan hanya mengisi 10 kursi di DPRD Kota Kendari, dengan persentase 28,57 persen," kata Sri Marliah.

Komisioner KPU Kota Kendari ini menjelaskan, ada beberapa cara yang dilakukan KPU untuk meningkatkan keikutsertaan kaum perempuan dalam Pemilu 2024 mendatang.

Baca juga: Tahapan Pemilu 2024 Resmi Dimulai, KPU Kota Kendari Verifikasi Data Pemilih dan Parpol

Cara ini baik dengan melibatkan perempuan sebagai bagian dalam penyelenggara Pemilu maupun peserta di kursi legislatiif.

"Dalam merekrut anggota Badan Adhoc penyelenggara Pemilu mulai dari petugas PPK, PPS, sampai KPPS banyal kami libatkan kaum perempuan," kata dia.

"Bahkan kita akan mendorong terus agar bertambah tetapi sesuai dengan aturan yang ditetapkan," jelasnya.

Untuk meningkatkan keikutsertaan peserta pemilih dalam Pemilu 2024 mendatang, KPU Kota Kendari rutin sosialisasi mekanisme pemilihan kepada basis pemilih kaum perempuan atau pemilih pemula.

Sri Marliah menguraikan, sosialisasi tersebut dengan menyasar ke kegiatan keagamaan seperti majelis taklim, pendidikan tingkat SMA, hingga penyandang disabilitas.

Baca juga: KPU Kota Kendari Bakal Fokus Laksanakan Empat Tahapan Jelang Pemilu 2024, Rekrut Badan Adhoc

"Jadi beberapa segmen pasti ada perempuan kami berikan sosialisasi pentingnya memilih, tetapi tetap mendorong mereka terus berpartisipasi sebagai pemilih maupun penyelengara Pemilu," ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved