Berita Kendari

Kinerja Industri Jasa Keuangan di Sulawesi Tenggara pada April 2022 Tumbuh Positif

Otoritas Jasa Keungan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat kinerja industri jasa keuangan per April 2022 menunjukkan tren yang positif.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sultra, Maulana Yusuf 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Otoritas Jasa Keungan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat kinerja industri jasa keuangan per April 2022 menunjukkan tren yang positif.

Hal itu ditandai dengan tumbuh positifnya kinerja perbankan konvensional serta syariah, kredit sektor ekonomi hingga kredit UMKM.

Di tengah kondisi pandemi, aset perbankan April 2022 tumbuh 9,73 persen (yoy), disertai indikator fungsi intermediasi (LDR) yang tinggi 116,29 persen, risiko kredit (NPL) tetap terjaga sebesar 1,74 persen.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sultra, Maulana Yusuf mengatakan jika dilihat kinerja perbankan konvensional dari sisi aset, DPK dan kredit mengalami kenaikan.

"Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya periode sama aset April 2021 yakni sebesar Rp37,53 triliun, pada April 2022 naik 9,73 persen atau Rp41,18 triliun," ucapnya, Selasa (21/6/2022).

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan Terus Dorong Perlindungan Konsumen dengan Menerbitkan POJK Baru 2022

Lanjutnya, dana pihak ketiga atau DPK naik sebesar 6,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya April 2021 Rp26,75 triliun naik menjadi Rp28,52 triliun.

Sementara itu, kata Maulana Yusuf, kredit naik sebesar 18,61 persen dari April 2021 Rp27,96 triliun menjadi Rp33,16 triliun.

Jika melihat kinerja perbankan syariah, aset perbankan syariah di Sultra April 2022 di tengah kondisi pandemi tumbuh 15,51 persen (yoy).

"Hal itu disertai indikator fungsi intermediasi (FDR) yang tinggi 116,03 persen, dengan risiko kredit (NPF) yang tetap terjaga sebesar 2,22 persen," tuturnya.

Lanjutnya, untuk dana pihak ketiga tercatat mengalami kenaikan sebesar 14,45 persen, tahun sebelumnya April 2021 Rp1,39 triliun, sementara April 2022 Rp1,59 triliun.

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan Terbitkan 2 POJK Perbankan, Dorong Penguatan Perkreditan dan Cegah Fraud

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved