Berita Kolaka

Momen Haru Korban Maafkan Yatim Piatu Pencuri HP Saat Salat Subuh di Masjid Kolaka, Kini Dibebaskan

Momen haru korban maafkan yatim piatu pencuri HP dan uang saat salat subuh di masjid di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Sri Rahayu | Editor: Aqsa
Kolase foto tangkapan video Instagram @kejarikolaka
Momen haru korban maafkan yatim piatu pencuri HP dan uang saat salat subuh di masjid di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Maaf dari korban SU akhirnya membuat pelaku pencurian berinisial AF (23) yang menjadi tersangka kini dibebaskan dari tuntutan. Penghentian penuntutan perkara melalui upaya Restorative Justice tersebut dilakukan Kejaksaan Negeri atau Kejari Kolaka. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KOLAKA - Momen haru korban maafkan yatim piatu pencuri HP dan uang saat salat subuh di masjid di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Maaf dari korban SU akhirnya membuat pelaku pencurian berinisial AF (23) yang menjadi tersangka kini dibebaskan dari tuntutan.

Penghentian penuntutan perkara melalui upaya Restorative Justice tersebut dilansir Kejaksaan Negeri atau Kejari Kolaka melalui akun Instagram @kejarikolaka.

“Pada hari Selasa, 14 Juni 2022 telah dilaksanakan upaya restorative justice yakni penghentian penuntutan perkara terhadap tersangka AF,” tulis keterangan menyertai unggahan video reels detik-detik pelaku dibebaskan dari tuntutan perkara.

Dalam video viral tersebut awalnya tersangka AF digiring oleh dua petugas kejaksaan berseragam keluar dari tahanan Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kolaka.

Baca juga: ‘Hati Ibu di Mana’ Viral Video Ketegangan di Rumah Siswa MTs Korban Penganiayaan Gegara Ulah Kepsek

AF terlihat mengenakan kemeja cokelat yang dibungkus rompi tahanan berwarna orange, celana kain hitam, dan sandal.

Rompi orang yang dikenakan AF bertuliskan Tahanan Kejaksaan Negeri Kolaka.

Masker berwarna cokelat menutupi sebagian wajahnya dengan peci membungkus bagian kepalanya.

“Alfian (23 tahun) seorang yatim piatu sejak usia 9 tahun hanya berpendidikan sampai kelas 3 SD yang tidak dapat membaca dan menulis serta berprofesi sebagai buruh harian,” tulis keterangan dalam video tersebut.

Dua petugas tersebut selanjutnya menggiring tersangka naik ke atas mobil tahanan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved