Berita Muna

Bupati Muna Sulawesi Tenggara Rusman Emba Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana PEN Daerah

Rusman Emba Bupati Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus suap PEN Daerah Tahun 2021.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Handover
KOLASE FOTO - Bupati Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Rusman Emba diperiksa KPK, terkait Pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN Daerah Tahun 2021 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bupati Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Rusman Emba diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rusman Emba diperiksa sebagai saksi kasus suap pengajuan Pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN Daerah Tahun 2021.

Pemeriksaan terhadap Bupati Muna tersebut dibenarkan Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Baca juga: Uang Rp3,5 Miliar dari Eks Gubernur Sultra Nur Alam Disetor KPK ke Negara, Denda dan Dana Pengganti

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK," kata Ali Fakri kepada TribunnewsSultra.com saat dihubungi, pada Rabu (15/6/2022).

Rusman Emba tak sendiri, Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap Budi Santoso dari pihak swasta.

Komisi antirasuah itu juga memeriksa Widya Lutfi Anggraeni Hertesti sebagai teller smartdeal money changer bersama Bupati Muna di gedung KPK.

Bupati Koltim Tersangka

KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur sebagai tersangka kasus korupsi
KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur sebagai tersangka kasus korupsi ()

Sebelumnya, Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur  (AMN) ditetapkan sebagai tersangka suap dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021.

Bupati nonaktif Koltim ini diduga menyuap eks Direktur Jenderal Bina Keuangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) M Ardian Noervianto (MAN) senilai Rp2 miliar.

Uang itu diserahkan Andi Merya Nur kepada Noervianto melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna La Ode Muhammad Syukur Akbar (LMSA).

Diketahui, KPK kembali menetapkan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur sebagai tersangka.

Andi Merya Nur ditetapkan sebagai tersangka suap dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) di Kabupaten Koltim tahun anggaran 2021.

Baca juga: Terdakwa OTT KPK, Bupati Kolaka Timur Nonaktif Andi Merya Nur Divonis 3 Tahun Penjara

Andi Merya Nur sendiri merupakan terdakwa kasus suap pengadaan barang dan jasa dan baru menjalani sidang dakwaan pada Selasa (25/1/2021) lalu.

Andi Merya Nur tidak sendiri, KPK juga turut menetapkan dua pejabat lain, yakni Eks Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) M Ardian Noervianto.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved