Berita Konawe

Klarifikasi Anggota DPRD Konawe Samiri Soal Penambangan Batu di Kecamatan Onembute

Inilah klarifikasi salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Konawe, Samiri.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Anggota DPRD Konawe, Samiri 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Inilah klarifikasi salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Konawe, Samiri.

Samiri sebelumnya dikaitkan dengan aktivitas penambangan batu menggunakan blasting (bahan peledak) di Gunung Kuohu, Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Samiri membenarkan jika terdapat aktivitas penambangan batu di Desa Napoosi.

"Namun, ada tiga perusahaan (PT NBI, PT BRP, CV Mutiara Sani Mandiri) dikaitkan dengan saya (Samiri) sebagai pemilik usaha. Informasi ini sangat keliru," katanya melalui keterangan tertulis diterima TribunnewsSultra.com, Senin (6/6/2022).

Ia menerangkan, dari ketiga perusahaan dimaksud tidak ada nama Samiri selaku anggota DPRD Konawe dalam struktur organisasi perusahaan.

Baca juga: Polres Konawe Gelar Donor Darah, Pertandingan Bola Voli hingga Futsal Sambut HUT Bhayangkara ke-76

Kemudian, kata dia, CV Mutiara Sani Mandiri yang disebut miliknya dan telah melakukan kegiatan operasi produksi juga suatu kekeliruan.

"CV Mutiara Sani Mandiri baru memiliki IUP Eksplorasi dan sama sekali belum melakukan aktivitas penambangan," terangnya.

Samiri menyebut, lokasi penambangan batu ini berada di lokasi berbeda (berbatasan langsung dengan CV MSM).

Kegiatan operasi produksi dilakukan oleh PT NBI ini berada di lokasi IUP operasi produksi Samiri (IUP Perorangan) yang terbit pada tahun 2017 dengan luas lima hektar.

"IUP ini terbit jauh sebelum saya menjadi anggota DPRD Konawe (2019-2024)," ujarnya.

Baca juga: Warga Wiwirano Konawe Utara yang Diduga Hilang di Hutan Laronai Morowali Ditemukan Selamat

Ia menjelaskan, benar lokasi penambangan PT NBI berada di lokasi miliknya yang memiliki dokumen resmi (IUP Operasi Produksi).

"PT NBI ini kerja sama dengan PT BRP selaku pemilik Join Operasional (JO) dari IUP Operasi Produksi Samiri," jelasnya.

Selain itu, soal keberatan masyarakat sekitar, pihak lima desa dan perusahaan sudah melakukan pertemuan dan telah menghasilkan kesepakatan bersama yang disaksikan oleh instansi terkait.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga Desa Napoosi dan Trimulya, Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe, terganggu suara keras yang ditimbulkan peledak atau blasting di Gunung Kouhu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved