Berita Konawe Selatan

Tak Tahan Lagi Disetubuhi 4 Tahun Lamanya, Pelajar SMP Ungkap Perbuatan Bejat Staf Notaris di Konsel

Tak tahan lagi disetubuhi setelah 4 tahun lamanya, seorang pelajar SMP ungkap perbuatan bejat staf notaris di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Penulis: Sri Rahayu | Editor: Aqsa
kolase foto (handover)
Seorang pelajar SMP menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan oknum notaris di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Korban mengaku dilecehkan sejak tahun 2018 silam. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tak tahan lagi disetubuhi setelah 4 tahun lamanya, seorang pelajar SMP ungkap perbuatan bejat staf notaris di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Korban kasus pencabulan disalah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tersebut berinisial RT (14).

Pelajar salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Konsel tersebut mengaku dicabuli oleh MA (27).

MA diduga melakukan perbuatan tak senonoh terhadap anak di bawah umur tersebut sejak tahun 2018 silam.

Pertama kali, pelecehan seksual dialami RT terjadi dirumah korban di Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konsel.

Baca juga: Bukannya Hentikan Perbuatan Tak Senonoh Bocah, 3 Pria Kendari Malah Gilir Korban di Kantor Kelurahan

Namun, kejadian serupa terus berulang.

Hingga akhirnya korban tak tahan lagi menjadi korban pelampiasan hasrat oleh pria yang bekerja sebagai staf notaris itu.

Korban akhirnya mengungkap perbuatan bejat yang dilakukan oleh MA kepada pihak kepolisian.

Korban melaporkan kasus pencabulan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Resort Kota atau Polresta Kendari.

Atas laporan tersebut, pihak kepolisian pun melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku pada Rabu Rabu (1/6//2022).

Staf notaris MA (27) diduga melakukan perbuatan tak senonoh terhadap seorang pelajar SMP di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Staf notaris MA (27) diduga melakukan perbuatan tak senonoh terhadap seorang pelajar SMP di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). (Istimewa)

Meski sudah diciduk polisi, MA tetap membantah telah mencabuli pelajar SMP tersebut.

“Tapi saat ditangkap, tidak mengakui perbuatannya,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal atau Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi pada Kamis (2/6/2022).

Meski demikian, kata Fitrayadi, penangkapan terhadap MA dilakukan atas dasar bukti permulaan yang cukup.

MA diduga melanggar Pasal 81 dan atau pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perpu Nomor 1 Tahun 2016.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved