Berita Kendari

26 Sekolah di Kota Kendari Bakal Jadi Role Mode Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar

Makmur mengatakan nantinya 26 sekolah ini akan menjadi pilot projects pelaksanaan atau penerapan kurikulum Merdeka Belajar di tahun ajaran 2022-2023.

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari Makmur 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 26 sekolah di Kota Kendari, jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) telah terjaring seleksi tahap pertama Program Sekolah Penggerak.

Kepala Dikmudora Kota Kendari, Makmur mengatakan nantinya 26 sekolah ini akan menjadi pilot projects pelaksanaan atau penerapan kurikulum Merdeka Belajar yang akan dimulai di tahun ajaran 2022-2023.

Kata dia, ke 26 sekolah ini akan mengikuti seleksi tahap berikutnya yakni wawancara kepala sekolah, penulisan esai dan juga melakukan tes assesmen kembali.

Baca juga: Dikmudora Kendari Gelar Halal Bihalal, Musadar Mappasomba Sampaikan Tausiyah, Beri Pesan Ini

"Artinya seleksi dulu lah baru mengikuti tahap berikutnya, tahap pertama kan sudah lolos 26 sekolah. Ini kita masih menunggu tahap berikutnya, sisa satu tahap lagi," ujarnya.

Kemudian setelah seleksi dan di nyatakan lolos, mereka akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Bantuan tersebut terkait penyiapan sarana prasarana media pendukung dalam penerapan kurikulum merdeka belajar.

Di mana penerapan program merdeka belajar ini akan dimulai pada tahun ajaran baru 2022/2023 ini sekiranya bulan Juli.

Ia juga menyampaikan, pihaknya telah menginstruksikan kepada semua sekolah untuk mengikuti seleksi sekolah penggerak tersebut.

"Sebenarnya kami tidak batasi, kami menginstruksikan kepada semua sekolah untuk mengikuti itu. Tapi kan yang menentukan, tahap seleksi pertama tadi. Juni atau Juli, karena di awal tahun ajaran kan," jelas Makmur.

Baca juga: Surya Paloh Undang Prabowo ke Kantor NasDem Bahas Pilpres, Ketum Gerindra: Capres Enggak Harus Saya

Ia menambahkan, fokus penekanan kurikulum merdeka belajar tersebut terkait bagaimana pengembangan hasil belajar siswa secara holistik.

Meliputi literasi dan liberasi serta membangun karakter siswa yang di kembangkan menjadi ekosistem belajar yang bebas dari intervensi, dan intimidasi.

Di mana para guru juga akan mendapatkan pelatihan terkait dengan pengembangan literasi liberasi peserta didik dan pendidikan karakter yang akan terintegrasi ke semua mata pelajaran yang ada.

"Sehingga nantinya anak-anak belajar bebas merdeka, guru-guru juga yang mengajar merdeka. Nah bagi para guru ini akan ditangani oleh pusat dan pemerintah daerah, makanya kami menginstruksikan setiap sekolah untuk siap mengikuti itu," ujarnya.

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved