Berita Kendari

PPNI Kendari Ditantang Hadirkan Aplikasi Perawat Mandiri, Inovasi Mudahkan Pelayanan Kesehatan

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir memberi tantangan ke pengurus PPNI Kota Kendari untuk menghadirkan inovasi bagi para perawat.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dan Ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir memberi tantangan ke pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Kendari untuk menghadirkan inovasi bagi para perawat.

Tantangan tersebut berupa pembuatan dan launching aplikasi praktek perawat mandiri di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu ia sampaikan usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kota Kendari, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPNI Sultra, Heryanto, di Azizah Hotel Syariah, Kamis (19/5/2022).

Ia menyebut pelantikan yang dirangkaikan dengan talk show bertema Perawat Bersama Pemerintah Membangun Kesehatan Masyarakat ini menjadi pertemuan dengan banyak ide dan gagasan.

Untuk itu, dirinya berharap agar pengurus segera merumuskannya menjadi inovasi baru, khususnya mengoptimalkan peran perawat di Kota Kendari.

Baca juga: Pengurus PPNI Kota Kendari Dilantik, Sulkarnain Kadir Harap Jadi Wadah Menampung Aspirasi Perawat

"Saya kira luar biasa pertemuan ini dan semoga bisa segera dirumuskan. Saya tantang teman-teman, Agustus ini kita launching," ujar Sulkarnain Kadir.

Lanjutnya, mengingat potensi perawat mandiri akan besar di Kota Kendari, maka ia berpesan agar dikelola dengan baik dan harus bisa ditata sedemikian rupa.

Sehingga bisa memberikan manfaat untuk kedua belah pihak. Dalam hal ini manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan mendapatkan perawatan yang optimal.

Selain itu, bermanfaat bagi perawat di Kota Kendari, di mana nantinya juga bisa mendapatkan insentif yang layak.

Menurutnya, ini akan menjadi komitmen bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, DPW PPNI Sultra, dan DPD PPNI Kota Kendari dalam merumuskan perawat mandiri di Kota Kendari.

Baca juga: DPW PPNI Sultra Harap Pengurus di Konawe Jalankan Visi dengan Baik, Adopsi Program Perawat Desa

"Ini bisa menjadi progres yang bisa membanggakan. Kita tahu masyarakat ekspektasinya terhadap pelayanan kesehatan itu sudah cukup tinggi," ujarnya.

Ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto mengatakan praktek mandiri sudah menjadi kompetensi yang dibolehkan oleh undang-undang keperawatan.

Apalagi, saat ini berada di Revolusi Industri 4.0, di mana semua pelayanan harus berbasis Android dan digital, maka pelayanan kesehatan yang ditawarkan harus lebih mudah dijangkau.

"Sisa sekarang teman-teman perawat Kota Kendari, Sualwesi Tenggara (Sultra) berani tidak menerima tantangan ini," ucapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved