Berita Sulawesi Tenggara

Hari Ketiga Korban Hilang di Sungai Lamedai Kolaka Belum Ditemukan, Tim SAR Lanjutkan Pencarian

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban hilang di Sungai Lamedai Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban hilang di Sungai Lamedai Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum ditemukan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban hilang di Sungai Lamedai Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum ditemukan.

Pencarian kini kembali dilakukan usai pada Kamis (19/5/2022) kemarin pencarian terpaksa dihentikan mengingat korban tak kunjung ditemukan dan hari mulai gelap.

Diketahui sebelumnya, Korban yang hilang tersebut bernama Edward Sugiarta, ia terseret arus sungai pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 13.30 Wita.

Baca juga: Pencarian Hari Kedua Korban Hilang di Sungai Lamedai Kolaka Sulawesi Tenggara Belum Ditemukan

Melalui keterangan tertulis Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari, Wahyudi pada Jumat (19/5/2022) hari ini pencarian hari ketiga korban kembali dilakukan.

"Pada pukul 07.00 Wita Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan menyisir sepanjang sungai dari lokasi kejadian kecelakaan hingga muara dengan jarak sekitar 14 km," katanya.

Lebih lanjut, Wahyudi menerangkan satu unit rescue car dan tiga unit rubber boat serta sejumlah peralatan pendukung keselamatan lainnya menjadi alut digunakan dalam proses pencarian ini.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh pekerja tambang terseret arus di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebanyak tujuh pekerja tambang terseret arus di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah seorang dari tujuh pekerja itu dinyatakan hilang seusai terseret arus Sungai Lamedai, Desa Sopura, Kecamatan, Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra. Korban yang hilang bernama Edward Sugiarta, terseret arus sungai pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 13.30 Wita.
Sebanyak tujuh pekerja tambang terseret arus di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah seorang dari tujuh pekerja itu dinyatakan hilang seusai terseret arus Sungai Lamedai, Desa Sopura, Kecamatan, Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra. Korban yang hilang bernama Edward Sugiarta, terseret arus sungai pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 13.30 Wita. (Istimewa)

Salah seorang dari tujuh pekerja itu dinyatakan hilang seusai terseret arus Sungai Lamedai, Desa Sopura, Kecamatan, Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra.

Korban yang hilang bernama Edward Sugiarta, terseret arus sungai pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 13.30 Wita.

Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari, Wahyudi menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Baca juga: Detik-detik Mobil Double Cabin Angkut 7 Penambang Terseret Arus Sungai di Pomalaa Kolaka, 1 Hilang

Kata dia, peristiwa bermula ketika korban bersama enam rekannya menyeberangi sungai menggunakan mobil dobel kabin seusai bekerja di lokasi tambang.

"Saat berada di tengah sungai, mobil terseret arus deras sehingga semua penumpang dalam mobil berusaha keluar dari mobil," beber Wahyudi dalam keterangan tertulisnya usai kejadian.

Sebanyak enam pekerja berhasil berenang ke tepi sungai, sedangkan korban terbawa dan terseret arus hingga dinyatakan hilang.

Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi kejadian kecelakaan pada pukul 17.45 Wita untuk membantu pencarian korban.

Tim SAR menggunakan rescue car membawa satu unit rubber boat beserta peralatan pendukung keselamatan lainya untuk memberikan bantuan SAR.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved