Berita Sulawesi Tenggara

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Hilang di Sungai Lamedai Kolaka Sulawesi Tenggara

Tim SAR lanjutkan pencarian korban hilang di Sungai Lamedai Kabupaten Kolaka akibat terseret arus menggunakan mobil dobel kabin.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
im SAR lanjutkan pencarian korban hilang di Sungai Lamedai Kabupaten Kolaka akibat terseret arus setelah mencoba menyebrang menggunakan mobil dobel kabin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim SAR lanjutkan pencarian korban hilang di Sungai Lamedai Kabupaten Kolaka akibat terseret arus setelah mencoba menyebrang menggunakan mobil dobel kabin.

Melalui keterangan tertulis Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari, Wahyudi pada Kamis (19/5/2022) hari ini pencarian kembali dilakukan.

Kata dia, pencarian dilakukan menggunakan rubber boat dan menyisir dari lokasi kejadian hingga menuju Jembatan Desa Huko-huko dengan difokuskan pada setiap tikungan aliran sungai dan bendungan aliran sungai.

"Pada pukul 07.00 Wita Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi empat tim dengan lokasi yang berbeda-beda mengikuti arus sungai," katanya.

Baca juga: Detik-detik Jenazah Korban Terkaman Buaya di Kolaka Timur Diserahkan ke Keluarga, Isak Tangis Pecah

Lebih lanjut, Wahyudi juga menerangkan sementara tim lain ikut melakukan pencarian lewat darat dengan menyisir tepian sungai dari lokasi kejadian kecelakaan sampai ke Jembatan Desa Huko-huko.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh pekerja tambang terseret arus di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Salah seorang dari tujuh pekerja itu dinyatakan hilang seusai terseret arus Sungai Lamedai, Desa Sopura, Kecamatan, Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra.

Korban yang hilang bernama Edward Sugiarta, terseret arus sungai pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 13.30 Wita.

Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari, Wahyudi menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Detik-detik mobil double cabin angkut 7 pekerja tambang terseret arus Sungai Lamedai, Desa Sopura, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (18/05/2022). Satu korban hilang dalam insiden tersebut masih dalam pencarian tim Rescue SAR Kolaka dan unsur terkait lainnya.
Detik-detik mobil double cabin angkut 7 pekerja tambang terseret arus Sungai Lamedai, Desa Sopura, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (18/05/2022). Satu korban hilang dalam insiden tersebut masih dalam pencarian tim Rescue SAR Kolaka dan unsur terkait lainnya. (kolase foto (handover))

Kata dia, peristiwa bermula ketika korban bersama enam rekannya menyeberangi sungai menggunakan mobil dobel kabin seusai bekerja di lokasi tambang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved