Korea Utara Umumkan Kasus Kematian Pertama Covid-19, Kim Jong Un Perintahkan Lockdown Nasional

Korea Utara telah mengkonfirmasi kasus kematian pertama akibat Covid-19, yang mana sebanyak 6 pasien positif virus corona meninggal dunia.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
STR / KCNA MELALUI KNS / AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberikan pidato untuk menandai ulang tahun ke-76 Partai Buruh Korea di Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Korea Utara telah mengonfirmasi kasus kematian pertama akibat Covid-19.

Selain itu, Korea Utara juga mengungkapkan bahwa ratusan ribu orang mengalami "demam", dalam indikasi pertama dari skala wabah pada populasi yang sebagian besar tidak dilakukan vaksinasi Covid-19.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari Al Jazeera, negara yang dikenal dengan senjata nuklir itu sebelumnya pada Kamis (12/5/2022) telah mengumumkan wabah virus corona pertamanya sejak pandemi dimulai awal 2020 lalu.

Kemudian bergerak ke langkah penguncian atau lockdown setelah orang-orang di Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang, dinyatakan positif Covid-19 varian Omicron.

“Demam yang penyebabnya tidak dapat diidentifikasi secara eksplosif menyebar secara nasional mulai akhir April,” kata Kantor Berita Pusat Korea pada Jumat (13/5/2022).

Baca juga: Gagal Nol Kasus, Korea Utara Laporkan Kasus Wabah Covid-19 Pertama sejak Pandemi Dimulai

"Enam orang meninggal (salah satunya dites positif untuk sub-varian BA.2 dari Omicron)," tambahnya.

Sementara itu, dilaporkan bahwa sekitar 350.000 orang telah menunjukkan tanda-tanda "demam", sementara 187.800 orang dirawat di ruang isolasi, menurut KCNA.

Para ahli khawatir sistem kesehatan Korea Utara yang runtuh tidak akan mampu mengatasi penyebaran Covid-19.

Mengingat 26 juta warga Korea Utara belum divaksinasi setelah Pyongyang menolak jutaan dosis vaksin Covid-19 yang ditawarkan di bawah program COVAX yang dipimpin Organsasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Dengan berita resmi pertama tentang wabah Covid-19 di negara ini (Korut), melanjutkan jalan ini dapat menelan banyak korban jiwa dan akan menjadi kelalaian yang tidak masuk akal dalam menegakkan hak atas kesehatan,” ujar Peneliti Asia Timur Amnesty International Boram Jang dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Sinopsis Little Forest, Film Drama Korea Dibintangi Kim Tae Ri, Ryu Jun Yeol dan Jin Ki Joo

Banyak warga Korea Utara juga dalam kondisi kesehatan yang buruk akibat kekurangan makanan dan malnutrisi, sehingga mempersulit sistem kekebalan tubuh mereka untuk melawan Covid-19.

Sebuah studi pada 2019 memberi peringkat Korea Utara 193 dari 195 negara dalam kemampuannya untuk mengatasi krisis perawatan kesehatan.

“Sangat penting bahwa pemerintah bertindak sekarang untuk melindungi hak atas kesehatan salah satu populasi dunia dengan akses terendah ke vaksin dan salah satu sistem kesehatannya yang paling rapuh." ungkap Jang.

"Itu berarti memberikan akses ke vaksin tanpa diskriminasi dan menjamin rencana distribusi vaksin yang transparan yang tunduk pada pengawasan publik," sambungnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved