Berita Muna

Kasatreskrim Polres Muna Bantah Luka pada Pergelangan Tangan Tahanan Meninggal Hasil Penganiayaan

Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Muna membantah luka pada pergelangan tangan tahanan yang meninggal dunia hasil penganiayaan.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kasatreskrim Polres Muna, IPTU Astaman Rifaldy Saputra 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Muna membantah luka pada pergelangan tangan tahanan meninggal dunia hasil penganiayaan.

Bantahan tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Muna, IPTU Astaman Rifaldy Saputra saat dihubungi melalui telepon, pada Jumat (6/5/2022).

IPTU Astaman Rifaldy Saputra menjelaskan, luka lecet pada pergelangan tangan tahanan yang meninggal dunia, Amis Ando (45) merupakan bekas borgol.

"Jadi kita amankan langsung diborgol, karena almarhum anarkis, kita tetap borgol sampai almarhum tertidur," kata IPTU Astaman Rifaldy Saputra.

Menurut IPTU Astaman Rifaldy Saputra, pihaknya enggan membuka borgol, karena khawatir Amis Ando masih mengamuk.

Baca juga: Tahanan Polres Muna Tewas usai Ditahan Selama 12 Jam, Keluarga Ungkap Keanehan, Minta Hasil Visum

"Iya, ternyata benar, setelah bangun di tengah malam dia (Amis Ando) mengamuk lagi dalam kondisi mabuk," ungkapnya.

Keluarga Ungkap Kejanggalan

Sebelumnya diberitakan, kakak korban, La Nisam (47) mengatakan, pihaknya mendapati sejumlah kejanggalan atas kematian Amis Ando.

Kejanggalan tersebut terungkap saat jenazah korban hendak dimandikan untuk selanjutnya dimakamkan.

"Ada tanda-tanda kekerasan, memar di bagian belakang, telinga, dada, kemudian mengeluarkan busa dari mulut," ungkap Nisam saat dihubungi melalui telepon, pada Kamis (5/5/2022).

Baca juga: Kapolres Muna Sebut Tahanan Tewas Setelah Buang Air Besar, Bantah Lakukan Kekerasan

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved