Idul Fitri 2022

Apakah Puasa Syawal Harus Urut dan Tak Terputus? Simak Penjelasan Berikut Ini

Bagaimana jika mendapat halangan sehingga enam hari tersebut terputus di tengah?

Penulis: Husni Husein | Editor: Ifa Nabila
humanresourcesonline.net
Ilustrasi Salat 

Padahal, penghitungan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan itu adalah penghitungan paling minimal.

Apakah harus berurutan?

Utamanya, puasa Syawal dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri.

Namun tidak masalah jika dilaksanakan di akhir bulan asalkan masih dalam bulan Syawal.

Lebih utama juga jika dilaksanakan secara berurutan, namun tidak mengapa jika tidak berurutan.

Umat Islam juga perlu membayar utang puasa terlebih dahulu, baru menjalani puasa Syawal.

Keutamaan lain puasa Syawal adalah sama halnya dengan salat sunah rawatib.

Yakni dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib.

Baca juga: Mengapa Awal Puasa Beda tapi Idul Fitri 1 Syawal Bisa Bersamaan? Simak Penjelasan Kemenag

Kemudian, melaksanakan puasa Syawal adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadan.

Jika Allah menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan shalih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadan, maka Allah akan tunjuki untuk melakukan amalan shalih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.

Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf:

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”

Keutamaan lain adalah puasa Syawal sebagai wujud rasa syukur kepada Allah.

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, ”Tidak ada nikmat yang lebih besar dari anugerah pengampunan dosa dari Allah.”

Kemudian, dengan melaksanakan puasa Syawal, menandakan bahwa ibadahnya kontinu dan bukan ibadah musiman saja, yakni saat berakhirnya Ramadan.

(TribunnewsSultra.com)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved