Idulfitri 2022

Salat Ied Idul Fitri 2022 di Masjid Al Kautsar Kendari Tanpa Jarak Lagi Tapi Tetap Pakai Masker

Pelaksanaan salat ied pada Idul Fitri 2022 di Masjid Al Kautsar Kendari sudah tanpa jarak lagi tapi jamaah tetap wajib pakai masker.

Penulis: Laode Ari | Editor: Aqsa
Laode Ari/ TribunnewsSultra.com
Suasana di Masjid Raya Al Kautsar Kendari seusai pelaksanaan Salat Tarwih pada Jumat (29/4/2022) malam. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Pelaksanaan salat ied pada Idul Fitri 2022 di Masjid Al Kautsar Kendari sudah tanpa jarak lagi tapi jamaah tetap wajib pakai masker.

Masjid tersebut berlokasi di Jl Abdullah Silondae, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Persiapan pelaksanaan Salat Idul Fitri di masjid raya tersebut disampaikan Ketua Pengurus Masjid Al Kautsar Kendari, KH Djakri Napu, kepada TribunnewsSultra.com.

Menurutnya, persiapan tidak ada yang istimewa sesuai agenda yang direncanakan setiap tahunannya.

Baca juga: Masjid Al Alam Kendari Bisa Tampung 10 Ribu Jemaah Salat Id, Khatib Kakanwil Kemenag Sultra

Namun, warga dan pengunjung yang akan melaksanakan Salat Ied 2022 tetap menggunakan masker untuk protokol kesehatan.

Selain itu, pihaknya juga tidak memberlakukan lagi jaga jarak antarjamaah.

“Paling yang berubah tidak ada lagi jaga jarak tapi tetap pakai masker. Selebihnya biasa saja seperti salat pada umumnya,” kata KH Djakri.

Sejumlah pejabat di Provinsi Sultra bakal menjadi jamaah Salat Ied tahun ini di masjid tersebut.

Masjid Raya Al Kautsar Kendari
Masjid Raya Al Kautsar Kendari (TribunnewsSultra.com/ Husni Husein)

Salah satu yang dikabarkan bakal menunaikan Salat Idul Fitri di Masjid Al Kautsar Kendari yakni Gubernur Sultra Ali Mazi.

KH Djakri, mengatakan, sejumlah pejabat yang bakal menunaikan Salat Ied 2022 di masjid tersebut sudah diumumkan sejak Jumat (29/4/2022) siang.

“Biasanya tiap Lebaran Pak Gubenur ikut Salat Idul Fitri di sini (Masjid Al Kautsar) karena satu-satunya masjid raya di Kendari,” jelasnya.

Sementara pejabat lain dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) belum memberikan konfirmasi bakal ikut.

“Kalau pejabat lain kami belum terima konfirmasinya. Tapi biasanya kalau ada gubernur, pasti ada sekda (sekretaris daerah), dan kepala dinas,” ujar KH Djakri Napu.(*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved