Berita Kendari

Intip Masjid Pertama di Kawasan Cagar Budaya Kota Kendari, Rekomendasi Wisata Religi selama Ramadan

Salah satunya, Masjid Raya Al Mahsur di Kawasan Cagar Budaya Kendari Jl Lakidende Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Masjid Raya Al Mahsur di Kawasan Cagar Budaya Kendari Jl Lakidende, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Selain memperkuat iman dan memperbanyak kegiatan menambah pahala, Anda bisa mengunjungi masjid bersejarah selama bulan Ramadan.

Hal tersebut sebagai kegiatan wisata religi untuk mengenal dan mengintip jejak-jejak peninggalan bersejarah terdahulu.

Salah satunya, Masjid Raya Al Mahsur di Kawasan Cagar Budaya Kendari Jl Lakidende, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Jauh sebelum Masjid Raya Al Kautsar, Masjid Raya Al Mashur lebih dulu dikenal oleh masyarakat Kota Kendari sebagai Masjid Raya Kota Kendari.

Kini, Masjid Raya Al Mahsur melekat dengan nama Masjid Raya Kota Lama, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca juga: Wisata Religi Ramadhan di Kendari, Tiga Masjid Ini Miliki Arsitektur Khas Patut Dikunjungi

Selengkapnya, intip kondisi terkini masjid raya pertama sekaligus masjid tertua di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua Masjid, Drs H Al Muhadjir mengatakan sebelumnya Masjid Raya Kota Lama ini telah mengalami pemindahan tempat sebanyak tiga kali.

"Yang pertama itu persis bersebelahan dengan Pelabuhan Nusantara Kendari yang kemudian berpindah tidak jauh dari Sekolah Cina, dan berpindah lagi di lokasi yang saat ini," katanya, Minggu (10/4/2022).

Lanjut, Drs H Al Muhadjir juga mengatakan awal berdirinya masjid ini sejak tahun 1957 di mana saat itu belum ada masjid satupun yang berdiri di dataran Kota Kendari.

"Kala itu, Kota Kendari masih berstatus Kabupaten Kendari bersamaan dengan Unaaha di bawah wilayah kekuasaan Sulawesi Selatan (Sulsel)," jelasnya.

Baca juga: DMI Sulawesi Tenggara Dorong Masjid di Sultra Gunakan Metode QRIS Transaksi Infak dan Sedekah

Ia menjelaskan masjid saat itu tidak seperti yang terlihat saat ini, melainkan ukurannya lebih kecil dan bangunannya masih hampir keseluruhannya kayu.

Meski begitu, kata Drs H Al Muhadjir, bila Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha tiba, umat Muslim dari berbagai wilayah di Sultra datang untuk melaksanakan ibadah di Masjid Raya Kota Lama ini.

"Iya, selain saat itu karena masih kurang akan masjid, jadi bila hari raya jemaah luar daerah seperti dari Sampolawa (Kabupaten Buton) dan wilayah Toronipa (Kabupaten Konawe) itu berdatangan," terangnya.

Sehingga, kata Drs H Al Muhadjir penyebutan masjid raya melekat pada masyarakat saat itu terlebih pemberian nama dari pendahulu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved