Anda Bertanya Ustadz Menjawab

Warga Sultra Wajib Tahu, Kapan Harus Niat Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Ustaz H Sabaruddin

Ustad H Sabaruddin LC mengatakan dalam bulan suci Ramadan harus berniat pada malam pertama dan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Ustaz H Sabaruddin LC 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ustaz H Sabaruddin LC mengatakan dalam bulan suci Ramadan harus berniat pada malam pertama dan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Hal itu disampaikan dalam program "Anda Bertanya Ustad Menjawab", melalui streaming Facebook resmi TribunnewsSultra, Senin (4/4/2022).

Ustaz H Sabaruddin mengatakan melaksanakan puasa merupakan kewajiban setiap umat Muslim di bulan suci Ramadan.

"Jika hukumnya wajib bagi umat Muslim, maka puasa merupakan suatu ibadah yang harus atau wajib dilaksanakan," ucapnya, Senin (4/4/2022).

Lebih lanjut, dalam syarat ibadah yaitu berniat, hal itu sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yakni amalan bergantung dari niatnya.

Baca juga: Makan Sepuasnya di Teras Ramadan CLARO Hotel Kendari Hanya Rp145 Ribu, Reservasi Segera

Selain itu, Ustaz Sabaruddin membedakan antara puasa wajib dan puasa sunah. Jika umat Muslim akan melaksanakan puasa sunah maka niatnya bisa saja pada pagi hari.

"Namun jika puasa wajib maka ada tiga syaratnya yaitu at tabiit, at taiin dan ittikrar," kata Ustaz H Sabaruddin.

Ia menjelaskan at tabiit adalah niatnya dilakukan pada malam hari apabila niatnya pada waktu Subuh maka hal itu tak sah atau batal.

Kedua, at taiin yaitu harus ditentukan dengan niatnya adalah ingin berpuasa di bulan Ramadan, sementara ittikrar merupakan niatnya selalu diulangi.

Dalam syarat ini katanya ada perbedaan pendapat yaitu Imam Malik berpendapat niat puasa Ramadan hanya pada malam pertama saja.

Baca juga: Tips Puasa Ramadan Ala Rektor UHO Prof Dr Muhammad Zamrun, Sahur dan Berbuka Tepat Waktu

"Saya berniat puasa pada bulan Ramadan, niat tersebut mewakili hari lainnya atau hari berikutnya pada bulan Ramadan," ungkapnya.

Namun dalam Imam Syafi'i berpendapat seorang Muslim yang ingin berpuasa maka tiap hari harus terus berniat.

"Untuk menggabungkan pendapat kedua imam tersebut, maka seorang Muslim bisa berniat malam pertama untuk sebulan, kemudian tetap dilanjutkan niatnya pada hari-hari berikutnya," jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved