Kamis, 23 April 2026

Dugaan Keracunan Eks Bos Chelsea Roman Abramovich, Perunding Ukraina Diminta Tak Makan dan Minum

Buntut dari kabar bahwa Roman Abramovich diduga keracunan saat perundingan damai, negosiator Ukraina diperingatkan untuk tak makan atau minum apa pun.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto Dugaan Keracunan Eks Bos Chelsea Roman Abramovich, Perunding Ukraina Diminta Tak Makan dan Minum
Instagram.com/@_roman_abramovich_
Roman Abramovich mundur dari Chelsea setelah invasi Rusia ke Ukraina. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Buntut dari kabar bahwa Miliarder asal Rusia sekaligus Eks Pemilik Chelsea Roman Abramovich diduga keracunan saat perundingan damai, negosiator Ukraina diperingatkan untuk tak makan atau minum apa pun.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari Independent, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba telah memperingatkan para perunding perdamaian untuk tidak makan atau minum saat berpartisipasi dalam pembicaraan dengan pihak Rusia di Turki pada Selasa (29/3/2022).

Peringatan itu muncul setelah diungkapkan oleh sumber bahwa mantan pemilik Chelsea FC Roman Abramovich dan negosiator perdamaian Ukraina menderita gejala keracunan termasuk mata merah, iritasi terus-menerus yang menyakitkan.

Serta kulit mengelupas di tangan dan wajah mereka selama pertemuan di awal Maret.

Baca juga: Eks Pemilik Chelsea Roman Abramovich Diduga Keracunan Senjata Kimia saat Perundingan Rusia-Ukraina

Sebagaimana diketahui perunding Ukraina dan Rusia akan memulai pembicaraan damai tatap muka baru di Turki pada Selasa (29/3/2022).

"Saya menyarankan siapa pun yang akan bernegosiasi dengan federasi Rusia untuk tidak makan atau minum apa pun dan sebaiknya, menghindari menyentuh permukaan apa pun," ujar Menlu Dmytro Kuleba dalam wawancara di televisi nasional.

Sementara itu, negosiator Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan "ada banyak spekulasi, berbagai teori konspirasi,".

Sedangkan Rustem Umerov, anggota lain dari tim perunding, mendesak orang untuk tidak mempercayai informasi yang tidak diverifikasi.

Baca juga: Sederet Peristiwa Hari Ke-34 Perang Rusia-Ukraina: Serangan Siber hingga Perundingan Damai di Turki

Adapun Abramovich menerima permintaan oleh Ukraina pada akhir Februari untuk membantu merundingkan diakhirinya invasi pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin hanya beberapa hari setelah serangan dimulai.

Seorang penasihat presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengkonfirmasi bahwa Abramovich terlibat dalam pembicaraan dengan Rusia.

Alasan Zelenskyy memilih Abramovich ikut terlibat dalam perundingan damai Rusia-Ukraina, sebab bos Chelsea itu dinilai dekat dengan Putin.

Profesor Universitas Cambridge Alexander Rodnyansky mengatakan kepada Times Radio: “Dia (Abramovich) telah memainkan peran, dia pasti telah berbicara dengan pemimpin Rusia. Dan di situlah nilainya berpotensi.”

Baca juga: Bertemu Tatap Muka di Turki, Gencatan Senjata Jadi Fokus Ukraina dalam Perundingan dengan Rusia

Seorang menteri pemerintah menyebut dugaan keracunan Abramovich dan negosiator Ukraina sebagai "perkembangan yang mengkhawatirkan."

Adapun Kuleba mengatakan tentang perundingan damai di Turki: "Kami tidak memperdagangkan orang, tanah atau kedaulatan."

“Minimal programnya adalah soal kemanusiaan, dan program maksimalnya adalah mencapai kesepakatan gencatan senjata,” katanya di televisi nasional.

(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved