Berita Sulawesi Tenggara

Bea Cukai Kendari Serahkan Izin Kawasan Berikat ke PT VDNI, Mudahkan Industri Ekspor Hasil Produksi

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kendari menyerahkan izin kawasan berikat kepada PT Virtue Dragon Nickel Industry.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kendari, Purwatmo Hadi Waluja 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kendari menyerahkan izin kawasan berikat kepada PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI).

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Kendari, Purwatmo Hadi Waluja mengatakan tujuan dari kawasan berikat ini adalah fasilitas kemudahan yang diberikan pemerintah terhadap barang yang masuk di wilayah pabean.

Jika ada barang yang masuk di daerah pabean maka tidak dikenakan bea masuk seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh).

Namun, kata Purwatmo Hadi Waluja, jika barang tersebut dijual di dalam negeri maka akan dikenakan bea masuk.

Katanya dengan adanya penyerahan izin kawasan berikat ini kepada PT VDNI menambah daftar industri yang masuk kawasan tersebut.

Baca juga: 153 Gram Sabu Asal Malaysia Gagal Beredar di Kolaka, Bea Cukai Kendari & BNNP Sultra Tangkap 4 Orang

"Jadi dengan penambahan yang ada, maka saat ini sudah ada dua industri yang masuk dalam kawasan berikat yakni BSI dan PT VDNI. Namun BSI sudah tidak aktif lagi," ucapnya, Kamis (17/3/2022).

Lanjutnya, terkait dengan perusahaan yang tak lagi aktif pada kawasan berikat karena teknologi yang digunakan sudah ketinggalan sehingga dalam memproduksi tidak efisien lagi.

Walau satu perusahaan tak lagi aktif, tetapi adanya izin kawasan berikat ke PT VDNI ini diharapkan mampu mendorong industri lainnya untuk membuka kawasan baru.

"Tentunya dengan bertambahnya kawasan berikat di Sulawesi Tenggara maka akan dapat meningkatkan produksi maupun investasi dari industri tersebut," tuturnya.

Kata dia, perusahaan yang bisa menjadi kawasan berikat yakni perusahaan tersebut berorientasi ekspor, mempunyai perizinan industri, dan lainya hanya syarat fisik (yang wajib dipenuhi oleh industri).

Baca juga: Bea Cukai Kendari Musnahkan 3,2 Juta Batang Rokok dan 299 Botol Minuman Alkohol Senilai Rp4 Miliar

Lebih lanjut, Purwatmo Hadi Waluja berharap dalam tahun ini akan ada penambahan kawasan berikat lainnya.

Namun, saat ini industri yang akan masuk di kawasan berikat tak diketahui secara pastitetapi dengan adanya sosialisasi yang dilakukan Bea Cukai maka akan banyak yang tertarik.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Kendari Affinutha mengatakan kawasan berikat ini sebagai langkah dan upaya pemerintah dalam mendorong industri untuk melakukan ekspor.

"Di kawasan berikat sendiri tak ada batasan jenis produk apa yang akan diproduksi, semuanya bebas dan beragam," tuturnya.

Lanjut Affinutha, hal ini guna memberikan kemudahan bagi industri untuk memberikan pembebasan bea masuk.

Baca juga: Bea Cukai Kendari Gagalkan Pengiriman 162 Ribu Rokok Ilegal asal Tiongkok, Kerugian Capai Rp140 Juta

Hanya saja, ada syarat yang wajib dipenuhi yaitu produksi yang dihasilkan nantinya harus diekspor, jika tidak industri tetap harus membayarnya.

Untuk diketahui, kawasan berikat adalah tempat penimbunan berikat guna menimbun barang impor dan/atau barang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean agar diolah atau digabungkan hasilnya terutama diekspor. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved