Berita Kendari

Masa Jabatan Sulkarnain Berakhir 2022, Pengamat Saran Ini Jika Ingin Punya Power di Pilwali Kendari

Untuk masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari berakhir pada 9 Oktober 2022 mendatang.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Untuk masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari berakhir pada 9 Oktober 2022 mendatang.

Dengan berakhirnya masa jabatan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dan Wakil Wali Kota Kendari Siska Karina Imran maka jabatan tersebut akan diisi penjabat pengganti (Pj).

Pucuk pimpinan tertinggi di Kota Kendari ini akan diisi Pj hingga pelaksanaan Pemilihan Wali Kota Kendari pada 2024 mendatang

Selain Kota Kendari, ada enam daerah lain yang masa kepemimpinan kepala daerahnya juga berakhir pada tahun 2022.

Keenam daerah tersebut yakni Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng), dan Muna Barat (Mubar) pada Mei 2022.

Baca juga: Soal Penunjukan Pj 7 Kepala Daerah Masa Jabatan Berakhir, Pemprov Sultra Tunggu Keputusan Mendagri

Kemudian, pada bulan Agustus 2022, masa jabatan kepala daerah yang berakhir yaitu Bombana, Kolaka Utara (Kolut), dan Buton.

Pengamat Politik, M Najib Husain, mengatakan berakhirnya masa jabatan Sulkarnain Kadir dan Siska Karina Imran akan mengubah konstalasi politik untuk pertarungan figur di Pilwali Kendari 2024.

Apalagi, setelah bebasnya mantan Wali Kota Kendari Asrun dan Adriatma Dwi Putra (ADP) pada 1 Maret 2022.

Menurut Najib Husain, dengan bebasnya dua mantan pejabat tersebut akan memperkuat figur Siska Karina Imran yang digadang-gadang maju di Pilwali.

"Dengan bebasnya Asrun dan ADP ditambah jabatan Sulkarnain Kadir berakhir di 2022 dan diganti Pj, akan mengubah lagi konstalasi politik di situ," kata dia.

Baca juga: Pemprov Sultra Tunggu Aturan Kemendagri Penunjukan Penjabat 7 Kepala Daerah Akhir Masa Jabatan 2022

Dengan kondisi ini, dirinya menyayangkan jika Sulkarnain Kadir tak memanfaatkan status incumbent untuk kembali maju di Pilwali 2024 mendatang.

Najib Husain menjelaskan, Sulkarnain Kadir harus membuat program-program kerja politik untuk memperkuat peluangnya di pencalonan Wali Kota Kendari.

Karena dengan program politik yang bersifat jangka panjang dan mengakar di masyarakat, maka kembali membuka peluang Sulkarnain Kadir di Pilwali.

"Program-program itulah yang seharusnya tatap ditawarkan oleh pak Sulkarnain Kadir agar dia tetap punya kekuatan, walaupun tidak lagi berstatus Wali Kota Kendari," jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved