Berita Konawe

PT Utama Agrindo Mas Konawe Bayar Dana Talangan, Penuhi Tuntutan Petani Plasma di Lawonua Besulutu

PT Utama Agrindo Mas (PT UAM) memenuhi tuntutan para petani plasma di Desa Lawonua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
PT Utama Agrindo Mas (UAM) memenuhi tuntutan para petani plasma di Desa Lawonua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

2. Bahwa penempatan lokasi plasma, sebelumnya tak ada komunikasi dengan baik antara pihak perusahaan dengan masyarakat petani plasma.

Di mana, pihak perusahaan telah menempatkan lahan plasma di Desa Andomesinggo, Kabupaten Konawe, Sultra secara sepihak.

Kemudian dari itu, massa aksi telah menduga bahwa lokasi plasma saat ini tidak mendapatkan perhatian khusus dan secara kontrol di lapangan tidak berjalan dengan baik (saksi lapangan ada).

Oleh karenanya, aliansi pejuang plasma meminta secara tegas lakasi plasma dipindahkan di Desa Lawomua, Konawe, Sultra.

3. Bahwa pengurus koperasi saat ini tidak sah secara pengurusan karena tidak adanya pemilihan ketua dan pengurus secara terbuka.

Kemudian, mereka menduga adanya penyelewengan anggaran yang dilakukan secara besar-besaran (data penyaluran tahun 2020 perioda Mei-Juni).

Oleh karenanya, aliansi pejuang plasma meminta secara tegas bahwa semua pengurus koperasi harus diganti dan diadakan pemilihan terbuka.

Demikian pernyataan ini, dibuat atas kesepakatan bersama. Kemudian dapat ditindaklanjuti sesegera mungkin.

Dalam proses penindaklanjutan sikap ini, maka akan menutup semua akses produksi yang berada di Div I, II dan III selama pernyataan sikap belum mendapatkan hasil.

Koordinator Lapangan Aliansi Pejuang Hak Plasma, Sugianto mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan pihak perusahaan tersebut membahas hal ini.

"Hasil keputusan yang telah kita raih dari pihak perusahaan PT UAM yaitu pembayaran talangan dan plasma akan diselesaikan pada 3 Januari 2022," katanya melalui video diterima TribunnewsSultra.com.

Sementara itu, pergantian pengurus koperasi dan pemindahan lokasi lahan plasma dan kontrak perjanjian antara perusahaan dengan masyarakat akan diselesaikan pada 25 Maret 2022.

Sugianto menyebut, selama proses penyelesaian persoalan ini, pihaknya tetap memportal dan menutup seluruh produksi di PT UAM.

"Itulah hasil kesepakatan kami bersama pihak perusahaan dan alhamdulillah masyarakat akan mendapat haknya masing-masing," tutupnya.

Di tempat terpisah, Humas PT UAM, Arif Budiman mengatakan, pihaknya telah menemui massa aksi tersebut.

Pertemuan itu dalam rangka menyelesaikan persoalan yang terjadi antara masyarakat dengan pihak perusahaan.

"Itu semua upaya bagaimana menyelesaikan masalah ini," kata Arif melalui sambungan telepon. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved