Berita Konawe

PT Utama Agrindo Mas Konawe Bayar Dana Talangan, Penuhi Tuntutan Petani Plasma di Lawonua Besulutu

PT Utama Agrindo Mas (PT UAM) memenuhi tuntutan para petani plasma di Desa Lawonua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
PT Utama Agrindo Mas (UAM) memenuhi tuntutan para petani plasma di Desa Lawonua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - PT Utama Agrindo Mas (PT UAM) memenuhi tuntutan para petani plasma di Desa Lawonua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebelumnya, puluhan petani plasma di desa tersebut melakukan aksi penutupan akses produksi perusahaan sejak 31 Januari 2022 lalu hingga Rabu (2/2/2022) malam.

Diketahui, para petani plasma ini menuntut pembagian 80 persen pihak perusahaan dan 20 persen pihak pemilik tanah tanpa ada pemotongan dalam investasi perkebunan kelapa sawit.

Humas PT UAM, Arif Budiman kepada TribunnewsSultra.com membenarkan pemenuhan tuntutan para petani plasma tersebut.

"Iya benar," singkat Arif melalui pesan WhatsApp Messenger, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Petani Plasma Kecamatan Besulutu Konawe Tuntut Ganti Untung, Tutup Akses Produksi Perusahaan Sawit

Namun, masih belum diketahui secara pasti apakah pihak perusahan mengabulkan seluruh atau sebagian saja tuntutan dari massa aksi.

Untuk pembayaran talangan dan plasma oleh PT UAM juga dibenarkan oleh seorang petani plasma yang ikut aksi penutupan akses produksi PT UAM, Abdul Ahmad Anton.

"Iya. Sampai sore tadi," katanya.

Sebelumnya, puluhan petani plasma di Desa Lawonua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menutup akses produksi perusahaan PT UAM, Rabu (2/1/2022).

Diketahui, penutupan akses produksi perusahaan kelapa sawit itu dilakukan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Pejuang Hak Plasma sejak Senin (31/1/2022).

Baca juga: Personel BPBD Konawe Bersihkan Saluran Drainase, Fasilitas Umum di Kecamatan Besulutu Pasca Banjir

Dilansir dari pernyataan sikapnya, Aliansi Pejuang Hak Plasma ini menuntut tiga poin, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pada awal sosialisasi kedatangan PT UAM dalam melakukan investasi perkebunan sawit dikatakan jika masyarakat memasukkan lahannya akan ada pembagian 80 persen pihak perusahaan dan 20 persen pihak pemilik tanah tanpa ada pemotongan.

Sehingga demikian masyarakat memasukkan lahannya. Namun sekarang melihat fakta bahwa 20 persen nyata telah dilanggar sebagaimana sosialisasi pada mulanya (saksi hidup masih ada).

Oleh karenanya, kami aliansi pejuang plasma akan mengambil hak kami sebanyak 20 persen untuk dikelola sendiri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved