Berita Konawe

Petani Plasma Kecamatan Besulutu Konawe Tuntut Ganti Untung, Tutup Akses Produksi Perusahaan Sawit

Penutupan akses produksi perusahaan kelapa sawit itu dilakukan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Pejuang Hak Plasma sejak Senin (31/01/2022).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Puluhan petani plasma Desa Lawonua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe menutup akses produksi perusahaan PT Utama Agrindo Mas (UAM), Rabu (02/01/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Puluhan petani plasma di Desa Lawonua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menutup akses produksi perusahaan PT Utama Agrindo Mas (UAM), Rabu (02/01/2022).

Penutupan akses produksi perusahaan kelapa sawit itu dilakukan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Pejuang Hak Plasma sejak Senin (31/01/2022).

Dilansir dari pernyataan sikapnya, Aliansi Pejuang Hak Plasma ini menuntut tiga poin, di antaranya :

1. Pada awal sosialisasi kedatangan PT UAM dalam melakukan Investasi perkebunan sawit dikatakan jika masyarakat memasukkan lahannya akan ada pembagian 80 persen pihak perusahaan dan 20 persen pihak pemilik tanah tanpa ada pemotongan.

Baca juga: Video Viral Cewek Tikam 2 Pria dan Wanita Saat Nongkrong di Kedai Kopi, Pengunjung Histeris ‘Ngeri’

Sehingga demikian masyarakat memasukkan lahannya. Namun sekarang kita melihat fakta bahwa 20 persen nyata telah di langgar sebagaimana sosialisasi pada mulanya (Saksi hidup masi ada).

Oleh karenanya, kami aliansi pejuang plasma akan mengambil hak kami sebanyak 20 persen untuk di kelola sendiri.

2. Bahwa penempatan lokasi plasma, sebelumnya tak ada komunikasi dengan baik antara pihak perusahaan dengan masyarakat petani plasma.

Dimana, pihak peruhaan telah meneempatkan lahan plasma di Desa Andomesinggo secara sepihak.

Kemudian dari itu kami telah menduga bahwa lokasi Plasma saat ini tidak mendapatkan perhatian khusus dan secara control di lapangan tidak berjalan dengan baik (Saksi lapangan ada).

Baca juga: Pacari Bocah 12 Tahun, Remaja Bermodal Bujuk Rayu Ini Nekat Cabuli Kekasihnya Berkali-kali

Oleh karenanya kami aliansi pejuang plasma meminta secara tegas lakasi plasma di pindahkan di Desa Lawomua.

3. Bahwa pengurus koprasi saat ini tidak sah secara pengurusan karena tidak adanya pemilihan Ketua dan Pengurus secara terbuka.

Kemudian kami menduga adanya penyelewengan anggaran yang di lakukan secara besar-besaran (Data penyaluran tahun 2020 perioda Mei-Juni).

Oleh karenanya aliansi pejuang plasma meminta secara tegas bahwa semua pengurus koprasi harus di ganti dan di adakan pemilihan terbuka.

Demikian pernyataan ini kami buat atas kesepakatan bersama. Kemudian dapat di tindak lanjuti segera mungkin.

Baca juga: Satu Tiang Listrik Terbakar di Depan Kantor Wali Kota Kendari, 2 Unit Mobil Nyaris Dilahap Api

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved