Berita Kendari

Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Nambo, Dinas Perikanan Kendari Duga Pencemaran Tambang Pasir Ilegal

Warga di sekitar pesisir Pantai Nambo Kota Kendari dihebohkan dengan ribuan ikan terdampar hingga menjadi rebutan, pada Selasa (25/1/2022).

Handover
Ribuan ikan terdampar di Pantai Nambo Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, warga heboh hingga menjadi rebutan, pada Selasa (25/1/2022) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Perikanan Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara menduga ribuan ikan yang muncul ditepian pesisir Pantai Nambo sudah tercemar, akibat tambang pasir ilegal.

Diketahui, dari video 13 detik yang beredar terlihat puluhan warga menangkap satu per satu ikan yang terdampar di Pantai Nambo.

Warga di sekitar pesisir Pantai Nambo Kota Kendari dihebohkan dengan ribuan ikan terdampar hingga menjadi rebutan, pada Selasa (25/1/2022).

Fenomena langka ribuan ikan terdampar ini terjadi tepatnya di Jalan Garuda Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara tak jauh dari SMAN 8 Kendari.

Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari Imran Ismail mengatakan kejadian tiba-tiba itu kemungkinan karena pengaruh perubahan suhu air dan pengaruh lingkungan. 

Baca juga: Viral Video Warga Panen Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Nambo Kendari, Berikut Penjelasan Dosen UHO

Dalam hal ini, pihaknya menduga kawasan pesisir Pantai Nambo dicemari aktivitas tambang pasir ilegal dekat daerah itu sehingga mempengaruhi kondisi lingkungan. 

"Dugaan sementara karena pengaruh perubahan suhu air yang tinggi dan pengaruh tambang," kata Imran Ismail, Rabu (26/1/2022). 

"Kemungkinan pencemaran air di sekitar pantai, kita tahu di situ kan ada penambangan pasir liar. Saya juga belum bisa pastikan, hanya saja ada kegiatan penambangan pasir di sana, jangan sampai dampaknya kesitu," sambungnya. 

Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari Imran Ismail
Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari Imran Ismail ((Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com))

Sementara kondisi banyaknya ikan yang mati, pihaknya belum bisa mengetahui pasti penyebabnya.

"Untuk kematian ikan sebenarnya bukan ramah kami, itu di laboratorium perikanan provinsi, terkait penyebab ikan mati termasuk kandungan air di sana, kami belum bisa pastikan penyebabnya apa," jelasnya. 

Sehingga pihaknya segera menindaklanjuti dengan menurunkan tim penyuluh ke daerah Nambo untuk mengambil sampel dan dikirimkan ke laboratorium Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara. 

Baca juga: Video Viral Detik-Detik Warga Konawe Utara Jaring Ratusan Ikan Ukuran Besar di Pantai Taipa

"Sementara pengambilan sampel di masyarakat. Saya lihat kemarin videonya, warga senang turun, saya sudah turunkan terutama tim penyuluh untuk melihat aktivitas di sana. Sekalian warga di sana yang terdekat kira-kira jam berapa mulai banyak di sana, tapi yang pasti kejadiannya sampai magrib kemarin," jelasnya. 

Terkait banyaknya warga yang mengambil ikan terdampar itu, ia mengatakan akan meneliti keamanan ikan yang akan dikonsumsi itu karena ia takutkan penyebab kematian ikan dari pengaruh tambang itu.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang telah mengambil ikan untuk berhati-hati.

"Pasti kita imbau agar lebih berhati-hati, karena kan apalagi ikan tembang itu kita harus pastikan penyebab kematiannya," ujarnya. 

Untuk waktu penelitiannya sendiri, kata dia, berlaku tentatif, sekiranya 1 minggu bisa di dapatkan hasilnya.

"Kita berharap bersama supaya penyebab kematian bukan karena pengaruh tambang, jika benar pasti akan panjang lagi urusannya," tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved