Berita Sulawesi Tenggara

Status Tersangka Mahasiswa Butur Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Gubernur Sultra 3 Kali Berubah

Status tersangka terhadap mahasiswa Buton Utara (Butur), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Baada Yung Hum Marasa berubah-ubah.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Pejabat di Kepolisian Daerah atau Polda Sultra berubah-ubah dalam memberikan keterangan terkait penetapan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Gubernur Sultra Ali Mazi. (TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Status tersangka terhadap mahasiswa Buton Utara (Butur), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Baada Yung Hum Marasa berubah-ubah.

Pejabat di Kepolisian Daerah atau Polda Sultra berubah-ubah dalam memberikan keterangan terkait penetapan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Gubernur Sultra Ali Mazi.

Diketahui, mahasiswa Universitas Dayanu Ichsanuddin (Unidayan) Baubau ini ditangkap karena memimpin demo memprotes Gubernur Sultra Ali Mazi terkait jalan rusak.

Sebulan setelah, Baada Yung Hum Marasa ditangkap Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra pada Senin (17/1/2022) sekira pukul 22.00 Wita.

Baada Yung Hum Marasa ditangkap di kediamannya, di Lorong Wasula, Desa La Noipi, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Butur, Provinsi Sultra.

Sebulan sebelum ditangkap, Baada Yung Hum Marasa memimpin demonstrasi jalan rusak di Pertigaan Desa Ronta, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Butur, pada Kamis (2/12/2021).

Baca juga: BEM se Sultra Nilai Gubernur Ali Mazi Anti Kritik, Buntut Penangkapan Mahasiswa Unidayan Baubau

Dalam aksi demonstrasi itu, massa membuat replika kuburan dengan menempelkan foto Gubernur Ali Mazi pada nisan.

Usai ditangkap, polisi langsung menetapkan Baada sebagai tersangka pencemaran nama baik Gubernur Sultra Ali Mazi.

Polisi menggunakan pasal 310 ayat 2 KUHP tentang pencemaran nama baik dan menyerang nama baik.

Versi Dirreskrimum Polda Sultra

Tetapi penetapan tersangka tiba-tiba dianulir Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra Kombes Pol Bambang Wijanarko.

Padahal, beberapa saat sebelumnya, Bambang mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi dan ahli pidana, tindakan mahasiswa asal Butur ini ditemukan dugaan unsur pidana.

Baca juga: Direktur LBH Kendari Kritik Penangkapan Mahasiswa Pendemo Jalan Rusak di Buton Utara

Sehingga, pihaknya melakukan penangkapan terhadap Baada Yung Hum Marasa di kediamannya.

Beberapa menit setelahnya, Bambang Wijanarko mengubah keterangannya, Baada Yung Hum ditangkap bukan sebagai tersangka.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved