Berita Ekonomi

Bank Sultra Capai Laba Kotor Rp462 Miliar Tahun Buku 2021, Kredit, Dana Pihak Ketiga Tumbuh Positif

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra di akhir tahun 2021 berhasil mendongkrak laba kotor sebelum pajak (non audit).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Jubir Gubernur Sultra
Rapat Pembahasan Rencana Bisnis Bank Sultra Tahun 2022 dan Penandatanganan Pakta Integritas PT Bank Pembangunan Daaerah (PT BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra di akhir tahun 2021 berhasil mendongkrak laba kotor sebelum pajak (non audit).

Laba kotor tersebut tumbuh sebesar 10,48 persen atau sebesar Rp462 miliar dan jika dibandingkan periode Desember 2020 hanya mencapai Rp418 miliar.

Tentunya hal itu tak lepas dari dukungan penuh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi serta seluruh pemegang saham sehingga kinerja Bank Sultra menunjukkan tren positif.

Gubernur Sultra selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) segera menyambut serta mendorong penuh kinerja dari Bank Sultra.

Dirut Bank Sultra Abdul Latif mengatakan untuk dana pihak ketiga Bank Sultra pada 31 Desember 2021 (non audit) tumbuh 22,75 persen (Rp9,8 triliun) jika dibandingkan Desember 2020 Rp8 triliun.

Baca juga: Bank Sultra Bakal Beri Pinjaman Modal ke 17 Kabupaten Kota Capai Rp1 Triliun, Diapresiasi Kemendagri

"Penyaluran kredit tumbuh sekitar Rp666 miliar atau 9,5 persen dibandingkan tahun 2020," ucapnya berdasarkan keterangan resmi Jubir Gubernur Sultra, Kamis (13/1/2022).

"Dan alhamdulilah rasio kredit bermasalah menunjukkan angka yang kecil atau dapat kami kendalikan," tambahnya.

Katanya, Bank Sultra sepanjang 2021 juga banyak memperoleh penghargaan baik di level regional maupun nasional.

Abdul Latif mengatakan terkait dengan posisi aset Bank Sultra pada September 2021 telah mencapai Rp10,21 triliun.

Kata dia, pertumbuhan positif juga terjadi pada sektor kredit yang merupakan ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan.

Baca juga: Bank Sultra Gelar Media MateShip di Hotel Claro Kendari, Inovasi Produk dan Layanan Jadi Fokus 2022

"Sektor kredit tumbuh sebesar 5,94 persen atau sebesar Rp7,3 triliun meningkat dibandingkan dengan posisi Desember 2020 sebesar Rp7 triliun," tuturnya.

Dirut Bank Sultra menjelaskan kredit multiguna, investasi, dan modal kerja menjadi penopang pertumbuhan di sektor kredit.

Selanjutnya, Rasio Kredit Bermasalah (NPL) Bank Sultra per September 2021 tercatat sebesar 1,27 persen.

Angka NPL itu masih dalam kategori sehat dan berada di bawah ketentuan regulator yang setinggi-tingginya adalah lima persen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved