Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

PT Trias Jaya Agung Dituntut Pidana Denda Rp4 Miliar, Diduga Menambang Ilegal 2,7 Hektare di Bombana

PT Trias Jaya Agung dituntut pidana penjara denda Rp4 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana, Sulawesi Tenggara.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri atau Kejari Bombana Reza Edi saat membacakan tuntutan kasus dugaan kejahatan lingkungan PT Trias Jaya Agung. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - PT Trias Jaya Agung dituntut pidana penjara denda Rp4 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

JPU Kejari Bombana dalam fakta persidangan menilai, PT Trias Jaya Agung menambang tanpa izin di lahan PT Timah Investasi Mineral tanpa izin usaha pertambangan (IUP).

Selain lahan PT Timah Investasi Mineral, PT Trias Jaya Agung juga didakwa menambang di lahan koridor di Kelurahan Rahampuu, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana.

Sehingga, total lahan yang digarap PT Trias Jaya Agung seluas 2,7 hektare sejak Mei sampai dengan Agustus 2019.

PT Trias Jaya Agung sendiri diwakili Direktur Utama Ashar Imran sebagai terdakwa tunggal dalam kasus dugaan kejahatan lingkungan ini.

Baca juga: Aktivitas Tambang PT Cinta Jaya di Konawe Utara Diduga Ilegal, Konsperman Laporkan ke Kejati Sultra

Ashar Imran didakwa dengan Pasal 158 juncto Pasal 163 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Tuntutan tersebut dibacakan JPU Kejari Bombana, Reza Edi dalam sidang di Pengadilan Negeri Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sultra.

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan pertambangan tanpa IUP. Menjatuhkan pidana dengan pidana denda Rp4 miliar," ujar Reza Edi.

JPU beralasan, tidak menuntut pidana penjara, karena kasus kerusakan lingkungan ini dilakukan korporasi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved