Breaking News:

Berita Konawe

Seorang Kepala Desa di Konawe Ikut Demo Dinas Pendidikan, Penyerobotan Lahan Makam Raja Pakandeate

Seorang kepala desa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), ikut aksi demonstrasi kasus penyerobotan lahan Makam Raja Pakandeate.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Risno Mawandili
Arman Tosepu/Tribunnewssultra.com
Jasran, seorang kepala desa berunjuk rasa di pelataran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe, Sulawesi Tenggara. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KONAWE - Seorang kepala desa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), ikut aksi demonstrasi kasus penyerobotan lahan Makam Raja Pakandeate.

Ia bernama Jasran, menjabat sebagai Kepala Desa Larehoma, Kecamatan Anggeberi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

Jarsan bersama belasan orang meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, juga kepolisian, menuntaskan kasus penyerobotan lahan tersebut.

Menurutnya, apabila kasus penyerobotan lahan makam leluhur tersebut tak segera diselesaikan, maka akan menimbulkan malapetaka.

"Apabila Dinas Pendidikan tidak menyahuti maka ini akan menimbulkan malapetaka yang kita tidak inginkan," kata Jasran saat berorasi di pelataran Dikbud Konawe, Senin (10/01/2022).

Jisran melanjutkan, bakal terjadi pertumpahan darah akibat dari penyerobotan lahan tersebut.

"Disana akan ada kematian yang tidak kita inginkan, saya pertaruhkan jabatan saya, reputasi politik saya untuk menjaga makam leluhur Raja Pakandeate," lanjutnya.

Baca juga: Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia Berkunjung di Konawe, Majukan Potensi Petani Muda

Ia menambahkan, makam tersebut merupakan simbol Kecamatan Anggaberi.

Jasran menuding, ada oknum yang datang menyerobot dan menguasai tanah tersebut.

"Apabila tidak ada tanggapan kami akan tempuh jalur hukum karena secara de jure de facto, yuridis, kami memiliki sertifikat di dalamnya," tambah Jasran.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved