Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Satgas Penanganan Covid-19 Sultra Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes, Cegah Sebaran Varian Omicron

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara (Satgas Penanganan Covid-19 Sultra) meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara, Nur Endang Abbas 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara (Satgas Penanganan Covid-19 Sultra) meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan atau prokes.

Ketua Karian Satgas Covid-19 Sultra, Nur Endang Abbas mengatakan upaya tersebut agar penyebaran Covid-19 varian Omicron bisa dicegah masuk di Sulawesi Tenggara.

Nur Endang Abbas mengatakan saat ini di beberapa daerah di Indonesia sudah terdapat sebaran varian Omicron.

"Untuk saat ini di Sulawesi Tenggara varian Omicron belum ada," kata Nur Endang Abbas, pada Rabu (5/1/2021).

Upaya pencegahan Covid-19 varian Omicron sudah dilakukan jauh sebelum virus tersebut terdeteksi masuk ke Indonesia.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di Kendari Hambat Vaksin Booster, Kadis Kesehatan: Belum 60 Persen

Salah satunya, kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Sultra ini, dengan mencapai target vaksinasi agar terbentuk herd immunity di masyarakat.

Untuk Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kata Nur Endang Abbas, capaian target vaksinasi sudah di atas 70 persen.

Sehingga wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara merasa optimis varian Omicron bisa dicegah.

"Bisa dipastikan herd immunity (kekebalan kelompok) masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah tercipta," ucap Endang.

Kemudian upaya lain agar masyarakat diharapkan tetap menjaga protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

Baca juga: Kepala Dinas Kesehatan drg Rahminingrum Beberkan Penyebab Selisih Data Capaian Vaksinasi di Kendari

Kata Nur Endang Abbas, faktor lain untuk mencegah varian Omicron masuk ke Sulawesi Tenggara karena kondisi iklim.

Menurutnya, kondisi iklim di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara  yang panas dapat mencegah penyebaran varian Omicron.

"Dengan iklim atau cuaca yang panas menurut pandangan ahli maka Omicron itu susah berkembang," jelasnya.

"Maka wilayah kita yang memiliki cuaca panas diuntungkan untuk mencegah Covid-19 varian Omicron," ujar Sekda Sultra itu. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved