Breaking News:

Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca Sulawesi Tenggara Selasa 4 Januari 2022, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 31 Daerah

hasil pemantauan radar cuaca, prakiraan cuaca BMKG pada hari ini mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 31 wilayah, termasuk Sultra

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang rilis bmkg Selasa 4 Januari 2022 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut update prakiraan cuaca dari BMKG, pada Selasa (4/1/2022) untuk wilayah Sulawesi Tenggara dan seluruh Indonesia.

Dari hasil pemantauan radar cuaca, prakiraan cuaca BMKG pada hari ini mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 31 wilayah, termasuk Provinsi Sulawesi Tenggara.

BMKG merilis terdapat 23 wilayah mendapatkan peringatan dini berupa potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Kemudian delapan wilayah lainnya berpotensi hujan disertai angin kencang dan petir.

Dikutip Tribunjogja.com dari laman web.meteo.bmkg.go.id, potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah di Indonesia pada hari ini dipicu oleh kemunculan sirkulasi siklonik di Laut Natuna.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Senin 3 Januari 2022, Wilayah Sulawesi Tenggara Termasuk 31 Daerah

Sirkulasi siklonik membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Selat Malaka dan di Kalimantan Barat bag Utara.

Daerah pertemuan angin (konfluensi) juga terpantau di Aceh, di Sumatera bagian Selatan, di Selat Karimata, di Kalimantan bagian Timur, di Selat Makassar bagian Selatan, di Sulawesi bagian Selatan, di NTT dan di Laut Flores.

Serta daerah konvergensi lainnya memanjang dari Aceh hingga Sumatera Utara, dari Bengkulu hingga Lampung, di Jawa Barat, di Jawa Timur, di NTB, di NTT, dari Laut Sulu hingga Kalimantan Timur.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Sultra Hari Ini 30 Desember 2021 Potensi Hujan Lebat dan Angin di 28 Wilayah

Dari Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tenggara, di Laut Maluku, di Laut Banda sebelah Timur Sulawesi Tenggara, dari Papua Barat hingga Papua dan dari Kep. Aru hingga Papua bagian Selatan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut yang memicu terjadinya cuaca ekstrem.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved