Breaking News:

Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca BMKG Senin 3 Januari 2022, Wilayah Sulawesi Tenggara Termasuk 31 Daerah

web.meteo.bmkg.go.id, pada awal pekan ini, sebanyak 27 wilayah termasuk Sulawesi Tenggara prakiraan cuaca diprediksi turun hujan intensitas lebat

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Grafis/Rahmandito Dwiatno
prakiraan cuaca Sulawesi Tenggara rilis dari BMKG Pada Senin (3/1/2022) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Simak update informasi prakiraan cuaca dari BMKG ada daftar wilayah yang berpotensi turun hujan disertai angin kencang dan petir pada Senin (3/1/2022) hari ini termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Melansir Tribunjogja.com disadur dari web BMKG yakni web.meteo.bmkg.go.id, pada awal pekan ini, sebanyak 27 wilayah termasuk Sulawesi Tenggara prakiraan cuaca diprediksi turun hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir.

Kemudian prakiraan cuaca BMKG merilis ada wilayah yang diprediksi turun hujan disertai angin kencang dan petir.

BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 31 wilayah tersebut.

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Minggu 2 Januari 2022, Ada 7 Kota Berpotensi Alami Hujan Petir

BMKG menghimbau warga di wilayah berpotensi turun hujan disertai angin kencang dan petir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang dipicu dari cuaca ekstrem tersebut.

Menurut rilis BMKG, potensi cuaca ekstrem di 31 wilayah di Indonesia pada hari ini dipicu oleh kemunculan bibit Siklon Tropis 98S di Samudra Hindia barat daya Lampung.

Bibit siklon tropis tersebut melaju dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1008mb.

daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang
daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang ()

Sistem ini cukup stasioner dengan potensi untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan dalam kategori rendah dan juga tidak memberikan dampak terhadap cauca di Indonesia.

Selain itu juga dipicu oleh adanya sirkulasi sikolonik terpantau di Papua Barat yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Selat Malaka hingga Riau, Kep. Bangka Belitung, dari Kalimantan Utara hingga Selat Makassar, Laut Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua.

Baca juga: BMKG Lansir Dampak, Penyebab, Kronologis Cuaca Ekstrem di Kendari, Hujan Lebat dan Angin Kencang

Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Selat Karimata, Laut Jawa bagian barat, dari Laut Jawa bagian timur hingga Laut Banda, dan di Papua bagian utara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved