Breaking News:

OTT Bupati Koltim

KPK Limpahkan Berkas Perkara OTT Bupati Koltim ke Jaksa Penuntut, Segara Jalani Sidang di Kendari

Pelimpahan berkas dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)
Detik-detik Andi Merya Nur keluar dari ruang pemeriksaan Polda Sultra, akan diberangkatkan ke Gedung KPK Jakarta 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK melimpahkan berkas perkara OTT Bupati Koltim ke jaksa penuntut umum (JPU).

Pelimpahan berkas dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah dinyatakan lengkap.

KPK menangkap dan menetapkan tersangka Bupati Koltim nonaktif Andi Merya Nur dalam OTT pada 22 September 2021 lalu.

KPK juga menetapkan tersangka Kepala BPBD Koltim Anzarullah serta menyita barang bukti uang tunai Rp225 juta dari tangannya.

Baca juga: KPK Geledah Sejumlah Tempat di Kendari, Muna, Jakarta, Bidik Tersangka Baru OTT Bupati Kolaka Timur

Baca juga: Update Kasus OTT Kolaka Timur, KPK Bidik Dugaan Suap Pengajuan Pinjaman Dana PEN di Koltim

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim jaksa telah menerima pelimpahan tersangka Andi Merya Nur dan barang bukti, pada Kamis (30/12/2021).

"Tim jaksa akan melimpahkan berkas perkara disertai surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor (PN Kendari) dalam waktu 14 hari kerja," kata Ali Fikri melalui WhatsApp Messenger, Jumat (31/12/2021).

Baca juga: KPK Periksa Adik Bupati Muna hingga Kadis DLHK, Saksi Terkait OTT Bupati Kolaka Timur, Ada 11 Saksi

Ali Fikri menyebut, persidangan kasus OTT Bupati Koltim Andi Merya Nur nantinya akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor PN Kendari.

Ali Fikri bilang, seiring dengan pelimpahan itu, penahanan terhadap Andi Merya Nur tetap berjalan karena tim jaksa melakukan penahanan lanjutan untuk 20 hari pertama.

"Terhitung 30 Desember 2021 sampai 18 Januari 2022 di rutan KPK pada gedung Merah Putih," tandasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved