Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Ratusan Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Kendari Geruduk Gedung DPRD Sulawesi Tenggara

buruh yang berasal dari Koperasi Karyawan Karya Bahari Tenaga Kerja Bongkar Muat, TKBM Pelabuhan Kendari menolak hasil verifikasi kelayakan membongkar

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)
Ratusan buruh bongkar muat Pelabuhan Kendari menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara (DPRD Sultra).(Foto: Fadli Aksar) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ratusan buruh bongkar muat Pelabuhan Kendari menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara ( DPRD Sultra ).

Ratusan buruh yang berasal dari Koperasi Karyawan Karya Bahari Tenaga Kerja Bongkar Muat atau TKBM Pelabuhan Kendari menolak hasil verifikasi terkait kelayakan membongkar muatan di pelabuhan.

Dalam demonstrasi tersebut, buruh pelabuhan sempat ricuh dengan dengan aparat kepolisian, lantaran hendak menerobos pagar gedung DPRD Sultra, pada Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Buruh Pelabuhan di Baubau Jadi Tersangka Pemalsu Sertifikat Vaksin, Terancam 6 Tahun Penjara

Meski sempat bersitegang, mereka akhirnya dibolehkan masuk ke dalam areal Kantor DPRD Sultra.

Tampak ratusan polisi, baik satuan pengendali massa, anti anarkis Brimob Polda Sultra dengan dibekali tameng masih bersiaga.

Para demonstran meminta Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh menemui mereka, sehingga menolak ditemui wakil rakyat yang lain.

Baca juga: Protes Buruh Pelabuhan Bungkutoko, Polemik Sudah Berlangsung Lama hingga Dibahas 4 Kementerian

Mereka meminta tak ada aktivitas yang dilakukan para legislator sebelum Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh menemui pendemo

Koordinator Lapangan, Lino mengatakan, unjuk rasa tersebut untuk mendesak DPRD Sultra memanggil verifikator kelayakan pekerja di TKBM Pelabuhan Kendari.

Verifikator tersebut antara lain Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Sultra, Dinas Ketenagakerjaan, Sekda Sultra, Pelindo dan KSOP Kelas II Kendari.

Baca juga: Warga Italia dan Inggris Rampok Mantan Bosnya yang Juga WNA di Bali, Paksa Buka Akun Bitcoin

Sebab, dalam hasil penilaian, TKBM Tunas Bangsa Mandiri memperoleh nilai sempurna 150, namun pimpinan koperasi malah ditangkap polisi karena dugaan penggelapan dalam jabatan.

"Diduga kuat ada permainannya yang dilakukan Dinas Koperasi. Kami meminta DPRD Sultra untuk memanggil tim verifikasi data TKBM Tunas Bangsa Mandiri," katanya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved