Breaking News:

Berita Ekonomi

Kadin Sultra Kerja Sama UHO Kendari, BLK, Perbankan, hingga Forum UKM dan IKM, Genjot Perekonomian

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan beberapa lembaga di Sultra.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Ketua Kadin Sultra Anton Timbang 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan beberapa lembaga di Sultra.

Diketahui, kerja sama tersebut bertujuan dalam rangka membangun atau meningkatkan perekonomian di Sultra.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan MoU bersama Universitas Halu Oleo atau UHO, Universitas Muhammadiyah Kendari atau UMK, Bank Mandiri, BTN, Prodia, Pegadaian.

Kemudian Pelni, BLK Kendari, BEI Perwakilan Sultra, Claro Hotel Kendari, BPJamsostek, Forum UKM dan IKM, dan Yayasan Anak Pantai.

Ketua Kadin Sultra Anton Timbang mengatakan ada berbagai poin dalam kerja sama tersebut sesuai dengan lembaga yang melakukan penandatanganan MoU.

Baca juga: Ryian Resky Fauzi Lulusan Terbaik Universitas Mandala Waluya Kendari 2021, Bagikan Tips Mudah

"Misalnya saja dalam dunia pendidikan, Kadin Sultra bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti UHO dan UMK," ucapnya, Kamis (30/12/2021).

Kerja sama dengan dunia pendidikan tersebut guna memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait pentingnya menjadi seorang pengusaha.

Karena katanya, setelah lulus nantinya mereka mempunyai dasar kuat untuk menjadi seorang pengusaha, terlebih peran pentingnya dalam memajukan perekonomian nasional maupun daerah.

"Kemudian dalam dunia kesehatan ada Prodia dalam rangka pemeriksaan kesehatan, lalu BPJS, agar semua teman pengusaha bisa masuk sebagai anggota," ungkapnya.

Selain itu, Ketua Kadin Sultra ini menyampaikan terkait dengan perkembangan pertambangan nikel di Sultra.

Baca juga: Kabar Terkini Selebgram Sulawesi Tenggara Mimi Peri, Disorot Media Asing, Ngaku Tak Takut Disantet

Katanya, tambang nikel Sultra menjadi pusat perhatian dunia, hal itu seiring dengan perkembangan industri mobil listrik di Indonesia terkhusus di Sultra.

Kemudian, potensi aspal Buton yang belum tersentuh oleh pemerintah padahal deposit aspal terbesar berada di Kabupaten Buton.

"Sehingga diharapkan dengan potensi nikel dan juga aspal Buton ini dapat memberikan dampak kepada tenaga kerja dan juga kesejahteraan masyarakat di Sultra," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved