Breaking News:

Berita Kendari

Jokowi Resmikan Pabrik Nikel Konawe GMNI FISIP UHO Sebut Loyal Investasi Tambang, Abaikan Kasus HAM

Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa waktu lalu tuai sorotan

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Arman Tosepu
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendarat di Helipad Bendungan Ladongi di Desa Atuwatu, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Selasa (28/12/2021). 

TRIBUNNEWSULTRA.COM, KENDARI - Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa waktu lalu tuai sorotan.

Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu jadi sorotan Ketua Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo atau DPK GMNI FISIP UHO Kendari, Rasmin Jaya.

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi dijadwalkan akan berkunjung di Kabupaten Konawe dan Kota Kendari, Provinsi Sultra, pada, Senin (27/11/2021) sore.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meresmikan smelter nikel, di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra, sore ini.

Jokowi juga meresmikan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sultra, pada Selasa (28/12/2021).

Baca juga: Target Vaksinasi Covid-19 di Kota Kendari Dapat Apresiasi Presiden Jokowi, Sulkarnain: Alhamdulillah

Rasmin Jaya mengatakan kehadiran Presiden Joko Widodo di Sutra tidak memberikan dampak begitu besar terhadap masyarakat Sultra.

Khususnya kedatangan suami Iriana Jokowi itu tak dapat membawa isu dan wacana persoalan penyelesaian pelanggaran HAM terjadi beberapa tahun belakangan.

"Apa lagi ini sudah kedua kali Presiden RI kunjungan di Sultra tetapi tak memberikan dampak begitu besar justru diuntungkan hanyalah pejabat elit-elit politik dan investor yang keuntungannya berputar di tataran elit birokrat," katanya, Kamis (30/12/2021).

Banyak kasus pelanggaran HAM mesti diprioritaskan akhir-akhir iniĀ  terlebih rasa trauma berkepanjangan terhadap para korban terdampak.

Baca juga: Baru Menikah 16 Hari, Relawan Semeru asal Tangerang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Tol Pasuruan

"Beberapa deretan terjadi mulai dari pelecehan, pemerkosaan, tindakan represif aparat kepolisian dan kriminalisasi aktivis hanya menjadi tontonan," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved