Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Pentingnya Zikir Aplikatif, Kakanwil Kemenag Sultra: Harus Diterapkan dalam Aktivitas Keseharian

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) Zainal Mustamin mengatakan pentingnya zikir aplikatif dalam keseharian.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) Zainal Mustamin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) Zainal Mustamin mengatakan pentingnya zikir aplikatif dalam keseharian.

Zainal Mustamin menjelaskan zikir aplikatif merupakan bentuk mengingat Allah lalu diterapkan dalam aktivitas keseharian dengan benar dan sesuai aturan.

Katanya, ASN dalam mengemban tugas harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak melakukan kecurangan.

Kakanwil Kemenag Sultra ini menuturkan pentingnya hubungan dengan Allah, sesama manusia dan alam semesta atau dapat dikatakan Hablumminallah dan Hablumminannas serta Hablumminal Ardh.

"Proses kita mencapai ketakwaan kepada Allah, tidak terlepas dari proses belajar, mengenal alam," ucapnya, Selasa (28/12/2021).

Baca juga: Pengusaha Lokal Konawe Selatan Diminta Lebih Berperan Menumbuhkan Investasi di Konsel Sultra

"Dengan belajar kita menjadi paham, dengan pemahaman kita menjadi yakin, dari yakin kita menjadi beriman dan mencapai takwa," tambahnya.

Karena menurutnya setiap muslim harus menjadi pembelajar sejati sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an pada surah Ali Imran ayat 190 dan 191.

Kata dia, sesungguhnya dalam penciptaan langit, bumi dan dalam pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal (190).

Ayat selanjutnya menyebutkan, (yaitu) orang-orang yang mengingat sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka (191)."

"Ayat ini sesungguhnya kombinasi dari tafakur dan taddabur, proses untuk belajar serta berinovasi, merespon perkembangan kemajuan," katanya.

Baca juga: Kecamatan Abeli Tertinggi Kasus Stunting di Kendari, Pemkot Tangani dengan Benahi Kawasan Kumuh

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved