Breaking News:

Berita Wakatobi

Mati Mesin di Buton, KM Putra Rahim Ditemukan Terdampar di Wakatobi, Nasib 3 Penumpang

Kapal Motor atau KM Putra Rahim ditemukan terdampar di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Kapal Motor atau KM Putra Rahim ditemukan terdampar di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).(Foto: Dok Basarnas Kendari) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, WAKATOBI - Kapal Motor atau KM Putra Rahim ditemukan terdampar di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Padahal, KM Putra Rahim ini dilaporkan mengalami kecelakaan kapal mati mesin di Perairan Lasalimu, Kabupaten Buton, Provinsi Sultra.

Hubungan Masyarakat Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Humas KPP Kendari Wahyudi mengatakan, saat itu KM Putra Rahim berlayar dari Pelabuhan Malaoge.

KM Putra Rahim ini mengangkut kayu menuju Pulau Binongko, Wakatobi, namun di perjalanan dihantam badai sehingga mati mesin di Perairan Lasalimu, pada Kamis (23/12/2021) pukul 08.00 Wita.

Baca juga: Hari Keempat Pencarian, KPP Kendari Lagi-lagi Gagal Temukan Nelayan Hilang di Buton Selatan

"Kapal dilaporkan membawa 3 POB (penumpang) kemasukan air saat terombang-ambing di laut," kata Wahyudi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/12/2021).

Pihaknya pun mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Wakatobi untuk membantu pencarian dengan menggunakan perahu karet.

Saat pencarian tengah berlangsung, Basarnas Kendari mendapat laporan dari nelayan, KM Putra Rahim itu sudah ditemukan.

"Nelayan Kapota bernama Ade Wali dan Jufridin melaporkan 3 POB KM Putra Rahim ditemukan terdampar di Pulau Kapota dalam keadaan selamat sekira pukul 13.30 Wita," beber Wahyudi.

Baca juga: 3.043 Personel TNI-Polri, Basarnas, Dishub Siaga Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Sultra

Basarnas Kendari mencatat, kapal itu terdampar dari lokasi kejadian perkiraan awal berjarak kurang lebih 11,2 mil laut.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi bergerak menuju Pulau Kapota untuk memastikan kondisi 3 penumpang, pada pukul 22.00 Wita.

"Setelah menemui dan memastikan kondisi ketiga korban tersebut, diputuskan ketiganya tidak dievakuasi menuju Wanci karena kondisi cuaca membuat korban trauma," ujarnya.

Korban lantas memutuskan untuk beristirahat di rumah Kepala Desa Kapota dan Tim SAR pulang dengan tangan hampa di Dermaga Marina Wanci.

"Dengan ditemukannya ke-3 penumpang tersebut, operasi SAR terhadap KM Putra Rahim dinyatakan selesai dan ditutup," tandasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved