Berita Ekonomi

Kinerja Jasa Keuangan Tumbuh Positif, Kepala OJK Sultra: Kebijakan yang Dikeluarkan Jaga Stabilitas

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) Arjaya Dwi Raya mengatakan kinerja jasa keuangan per Oktober 2021 tumbuh positif.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Bincang Jasa Keuangan (BIJAK), di Kota Kendari, Kamis (16/12/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) Arjaya Dwi Raya mengatakan kinerja jasa keuangan per Oktober 2021 tumbuh positif.

Hal itu menunjukkan kebijakan yang dikeluarkan OJK di masa pandemi Covid-19 telah berhasil menjaga stabilitas sistem keuangan.

Katanya kinerja yang positif tersebut tercermin dari aset perbankan yang tumbuh sebesar 11,41 persen (yoy) menjadi sebesar Rp40,298 triliun.

Kemudian, Dana Pihak Ketiga sebesar 8,38 persen (yoy) menjadi sebesar Rp28,711 triliun.

Kredit yang diberikan 17,86 persen (yoy) menjadi Rp31,661 triliun dengan kualitas kredit terjaga baik tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,03 persen dibawah treshhold 5 persen.

Baca juga: Personel TNI, Polri, Satpol PP Bersihkan Puing Lapak PKL hingga Kendaraan di Kendari Beach

"Begitupun di bidang pembiayaan, piutang pembiayaan meningkat sebesar 13,28 persen (yoy) menjadi sebesar Rp3,811 triliun," ucapnya, Kamis (17/12/2021).

Lebih lanjut, sedangkan di bidang pasar modal, nilai transaksi saham meningkat sebesar 66,85 persen menjadi sebesar Rp50,811 milliar dengan jumlah rekening sebanyak 11.940.

Arjaya Dwi Raya mengatakan kondisi pandemi yang semakin menurun memberikan dampak pada perekonomian yang mulai pulih.

Katanya, hal ini tercermin dari proses restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak Covid-19 yang menunjukan penurunan.

"Sampai dengan posisi Oktober 2021 telah dilakukan restrukturisasi kredit kepada 83.337 debitur dengan jumlah nominal 5,07 triliun," ungkapnya.

Baca juga: Pasca Bentrok Situasi Terkini Kawasan Kemaraya hingga Kota Lama Kendari Kondusif Tampak Sepi

Lanjutnya, untuk restrukturisasi di bidang perbankan sebesar Rp2,611 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 32.411 sedangkan perusahaan pembiayaan sebesar Rp2,460 triliun, debitur sebanyak 50.926.

Menurutnya sebagian besar debitur perbankan yang mendapatkan kebijakan resktrukturisasi adalah golongan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang mencapai Rp2,437 triliun atau 93,33 persen.

"Hal ini disebabkan karena kebijakan pembatasan mobilitas untuk mencegah penyebaran Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kegiatan usaha khususnya di sektor UMKM," tuturnya.

Katanya, pandemi mempercepat akselerasi di bidang digital dan jasa keuangan muncul layanan jasa keuangan peer to peer lending atau pinjam meminjam uang berbasis teknologi atau pinjaman online.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved