Breaking News:

Berita Wakatobi

Oknum Polisi Bantah Aniaya Warga, Kapolres Wakatobi: Terbukti, Sanksi Pidana dan Disiplin

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wakatobi, AKBP Suharman Sanusi SIK mengatakan bahwa oknum polisi membantah menganiaya warga.

Penulis: Husni Husein | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Kapolres Wakatobi, AKBP Suharman Sanusi SIK 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,WAKATOBI - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wakatobi, AKBP Suharman Sanusi SIK mengatakan bahwa oknum polisi di Kecamatan Tomia membantah menganiaya warga.

Ia menjelaskan, Polres Wakatobi masih perlu membuktikan laporan warga dan klaim dari oknum polisi tersebut.

Jika terbukti terlibat penganiayaan, maka oknum polisi di Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggar (Sultra) tersebut, bakal diberi sanksi pidana dan disiplin.

"Kami perlu dalami lagi kasusnya karena pengakuan anggota tersebut tidak melakukan pemukulan," ujar AKBP Suharman Sanusi SIK lewat pesan singkat WhatsApp Messenger, Kamis (16/12/2021).

"Jika (laporan) pelapor terbukti, silahkan untuk diproses (pidana) dan sanksi disiplin akan kami proses juga," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang lelaki, warga di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sultra,  diduga dianiaya oknum polisi di dalam kamar mandi.

Bukan itu saja, oknum polisi tersebut juga mendobrak paksa rumah korban.

Peristiwa yang terjadi pada 12 Desember  2021 telah dilaporkan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Tomia, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sultra.

Saiful (kiri), warga Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, babak belur diduga dianiaya oleh oknum polisi berisial SB.
Saiful (kiri), warga Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, babak belur diduga dianiaya oleh oknum polisi berisial SB. (Istimewa)

Saiful (44), warga Tomia, Kabupaten Wakatobi, babak belur diduga dipukuli oleh oknum polisi berinisial SB.

Dalam dugaan penganiayaan tersebut, SB dibantu oleh seorang pria berinisial AS.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved