Berita Sulawesi Tenggara
Demo Ormas Bersenjata Tradisional di Polda Sultra Minta Copot Kapolres Kendari Soal Kasus Pembacokan
Pendemo tersebut menggunakan pakaian hitam-hitam dan membawa ta'awu atau sejenis senjata tajam tradisional berupa parang panjang dibungkus kain merah.
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Ormas-Fordati-demonstrasi-di-Markas-Kepolisian-Daerah-Sulawesi-Tenggara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ratusan orang dari organisasi masyarakat atau ormas Fordati menggelar demonstrasi di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra), Senin (13/12/2021).
Pendemo tersebut menggunakan pakaian hitam-hitam dan membawa ta'awu atau sejenis senjata tajam tradisional berupa parang panjang dibungkus kain merah.
Mereka memadati depan Mapolda Sultra sejak pukul 12.10 wita.
Mereka berunjuk rasa menuntut Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Sultra Irjen Pol Teguh Pristiwanto mencopot Kapolres Kendari AKBP Didik Erfianto.
Baca juga: Tahanan Tewas di Penjara Sehari setelah Ditangkap, 4 Anggota Polisi Polsek Katikutana NTT Dicopot
Salah satu orator massa aksi, Kaisar Kalenggo mengatakan, kasus pembacokan anggota mereka belum diusut penyidik Polres Kendari menjadi alasan pihaknya meminta Kapolres Kendari dicopot.
"Yang paling substantif hari ini, kami meminta Kapolda Sultra untuk mencopot Kapolres Kendari," kata Kaisar.
Perwakilan massa aksi yang lain mengaku kecewa dengan kinerja Polres Kendari karena belum mengungkap pelaku pembacokan.
"Jangan salahkan kami jika kami sendiri yang mencari pelakunya," ujarnya.
Baca juga: Warga Sibuk di Hajatan, Pria Ini Cabuli Bocah 8 Tahun Keponakan Tetangganya
Di sisi lain, puluhan aparat pengendali massa (Dalmas) dan Brimob Polda Sultra bersiaga di depan pos Provost.
Mereka dibekali tameng badan pentungan untuk mengantisipasi kericuhan.
Hingga pukul 13.05 Wita, unjuk rasa berlangsung damai, perwakilan massa sudah diterima oleh petinggi Polda Sultra.(*)
(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)