Breaking News:

Berita Konawe Selatan

Penganiaya Penumpang di Pelabuhan Fery Amolengo Tak Ditangkap, Polisi: Restoratif Justice

viral video protes pungutan liar (pungli) seorang penumpang kapal dianaya beberapa preman di Pelabuhan Amolengo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel)

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Kolase Foto - Aksi Penganiayaan di Pelabuhan Amolengo Konawe Selatan sepakat berdamai 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Aksi penganiayaan penumpang di Pelabuhan Amolengo - Labuan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak ditangkap.

Sebab, polisi beralasan, pelaku dan korban sudah berdamai, sehingga kasus penganiayaan tak bergulir ke meja penyidik.

Diketahui, viral video protes pungutan liar (pungli) seorang penumpang kapal dianaya beberapa preman di Pelabuhan Amolengo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Pelabuhan Fery Amolengo - Labuan, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konsel, Provinsi Sultra, pada (24/11/2021).

Dalam video yang diterima TribunnewsSultra.com, pria bernama Abidin itu dianaya preman saat berada di pelabuhan.

Baca juga: Viral Video Protes Pungli, Penumpang Kapal di Pelabuhan Amolengo Konawe Selatan Dianiaya Preman

Dirinya dikejar dan dianaya sejumlah preman, bahkan meski sudah dilerai dan diamankan petugas pelabuhan, pria itu tetap saja mendapatkan tendangan.

Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Konsel AKBP Erwin Pratomo mengatakan, proses hukum tak dilanjutkan karena pihaknya menempuh jalur restoratif justice.

"Korban sudah tidak mempermasalahkan, sempat melapor, kita arahkan perdamaian, korban mencabut laporannya," kata AKBP Erwin Pratomo saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Messenger, Rabu (8/12/2021).

Menurut dia, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada bulan November 2021 lalu, namun ada yang baru memviralkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved